Banjir Bandang, Enam Kampung di Dompu Terendam

Kondisi pemukiman warga di kampo Samporo Kelurahan Bali Satu Dompu yang digenangi banjir bandang, Rabu, 3 April 2019.(Suara NTB/BPBD Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Tak kurang dari enam kampung di Kecamatan Dompu direndam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Dompu dan sekitarnya. Banjir ini nyaris menyasar pasar induk Dompu.

Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Drs. Imran M. Hasan kepada Suara NTB yang dikonfirmasi, Rabu, 3 April 2019 malam mengungkapkan, banjir bandang di sungai Silo yang melintasi pasar induk Dompu dalam kota ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam pada Rabu sore. Hujan terjadi dari hulu sungai merata hingga kota Dompu.

Akibatnya, pemukiman warga di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Silo lingkungan Kotabaru, dan lingkungan Mantro Kelurahan Bada, lingkungan Sigi, dan lingkungan Karijawa kelurahan Karijawa, lingkungan Kampo Samporo kelurahan Bali Satu, dan lingkungan Simpasai.

Kendati menggenangi pemukiman warga di 6 lingkungan di 4 Kelurahan ini, tercatat tidak ada korban jiwa. Warga yang terkena dampak banjir dievakuasi ke daerah yang lebih tinggi dan saat ini airnya sudah kembali surut. Kerusakan rumah akibat banjir juga belum bisa terdata. “Saat ini kita masih fokus bantu masyarakat untuk logistik dan nasi bungkus,” kata Imran.

Imran mengaku, DAS Silo ini kondisinya sangat memprihatinkan karena sempit dan dangkal. Selain karena sedimentasi dan perilaku warga yang buang sampah sembarangan, pemanfaatan sepadan sungai untuk tanaman pohon bambu, hingga dimanfaatkan untuk perumahan warga menyebabkan sungai semakin sempit.
Sungai ini, lanjut Imran direncanakan untuk dinormalisasi sejak 2018 lalu pasca banjir bandang yang menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Potu, Bada, dan Kelurahan Karijawa. Namun belum terealisasi akibat terbatasnya anggaran daerah.

Permohonan alokasi anggaran dan penanganan ke pemerintah atasan juga sudah dilakukan, tapi belum mendapat respon untuk ditangani. “Kita hanya bisa mengajukan berdasarkan kondisi lapangan,” kata Imran. (ula)