Ribuan Kendaraan Menunggak Pajak di Dompu

Ilustrasi (Kendaraan Bermotor/ist)

Dompu (Suara NTB) – Total 25.361 kendaraan di Dompu menunggak pembayaran pajak. Baik roda dua maupun empat. Berbagai upaya sudah dilakukan Samsat setempat untuk menggejot pendapatan ini, namun keterbatasan ekonomi selalu menjadi alasan wajib pajak untuk mengelak dari kewajibannya. Demikian ungkap Kepala UPPD Samsat setempat, Ahmad Fajar Karya, S. Sos, MM melalui Kasi Pembayaran dan Penagihan Pajak, Siti Rohana.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir sudah beberapa tim dibentuk guna meningkatkan pendapatan pajak kendaraan. Seperti agen samsat, juru sita pajak bahkan sampai melibatkan semua pegawai di instansinya untuk melakukan penanggihan. Sekaligus mendata dan memverifikasi kendaraan yang tidak aktif. Baik kerena sudah berpindah tangan, rusak berat, hilang atau sekedar pinjam nama.

Baca juga:  Kejaksaan Segera Tagih Penunggak Pajak Reklame

“Berbagai upaya sudah kami lakukan selama ini untuk memaksimalkan pendapatan pajak kendaraan. Tapi selalu saja alasannya masalah ekonomi tidak ada uang dan sebagainya,” kata dia menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (28/3).

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk memenuhi kawajiban pajak diwilayah ini terbilang baik. Cuma memang keterbatasan ekonomi memaksa mereka harus menunggak pembayaran. Terutama di triwulan pertama tahun ini yang bertepatan dengan masa tanam jagung.

Besar kemungkinan akhir masa panen nanti wajib pajak akan datang memenuhi kewajibannya. Sebab mereka juga tak ingin terbatas perjalanannya hanya karena tidak membayar pajak kendaraan. “Di Dompu triwulan satu itu memang kita agak sulit karena uang itu habis untuk biaya bertani. Mungkin setelah panen baru akan normal,” ujarnya.

Baca juga:  Kejaksaan Segera Tagih Penunggak Pajak Reklame

Dari total penunggak pajak kendaraan itu 30 persen diantaranya merupakan kendaraan tidak aktif, termasuk kendaraan dinas. Selain sistem penangihan langsung ke tiap individu. Operasi gabungan juga akan dimanfaatkan maksimal untuk menggejot pendapatan pajak ini. Bahkan rencananya, setelah beberapa tahapan sosialisasi dan teguran disampaikan pada para penunggak tim tak segan-segan melakukan penyitaan barang.

“Kemungkinan April nanti baru mulai dilakukan penyitaan, sekarang kita masih pendekatan melalui himbau dan peringatan dulu kepada wajib pajak ini,” pungkasnya. (jun)