Program KRPL Masih Jadi Andalan DKP Tangani Stunting di Dompu

Salah seorang siswa di SD IT Al Hilmi Dompu berfoto di balik tanaman kangkung di kebun sekolahnya. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) masih menjadi andalan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu untuk pemenuhan gizi masyarakat dan tangani stunting. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk berbagai kebutuhan pangan rumah tangga dinilai efektif, selain bisa memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga juga dapat memberikan tambahan penghasilan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, H. Tajuddin HIR, SH, M.Si melalui kepala bidang Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammad Fagih, S.Pt kepada Suara NTB, Kamis (21/3).

“Program KRPL dengan sasaran kelompok wanita tani (KWT) memberi dampak yang cukup baik bagi peningkatan gizi anggota keluarga. Karena ib-ibulah yang masak dan menyiapkan makanan bagi anggota keluarga di rumah. Ketika kebutuhan makanan tersedia di lahan pekarangan dengan keberagaman gizinya, maka anggota keluarga pasti akan sehat,” katanya.

Pangan dari lahan pekarangan, tidak hanya untuk memenuhi gizi anggota keluarga. Tapi juga bisa dijual ke tetangga dan warga lain, sehingga ada tambahan uang jajan bagi anggota keluarga. “Lahan pekarangan yang belum termanfaatkan, dengan program ini bisa memberi nilai tambah yang cukup besar,” ungkapnya.

Pada tahun 2019, program KRPL tetap menjadi prioritas Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu. Pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Dompu diarahkan untuk program KRPL. Dari APBN sebanyak 10 kelompok di 10 Desa diarahkan untuk program ini, yaitu kelompok di Desa Oo, Katua, Dorebara, Ranggo, Jala, Cempi Jaya, Mumbu, Bakajaya, Sorinomo, dan Desa Nangakara. “Masing – masing akan memperoleh anggaran Rp.65 juta per kelompok dan langsung ditransfer ke rekening kelompok,” terangnya.

Kelompok yang kemudian mengelolanya untuk pengembangan pekarangan, pembelian unggas, dan untuk penyiapan kandang. Penggunaan anggaran ini ditentukan oleh kelompok dengan bimbingan penyuluh pertanian di Desa sebagai pendampingnya dan dievaluasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten. Ada pengurangan komponen peruntukan pembiayaan program KRPL tahun ini dibandingkan tahun 2018 lalu yang memuat juga untuk sekolah yang ada di sekitar kelompok sasaran, serta pembiayaan untuk pengolahan hasil. “Sekarang untuk sekolah dan pengolahan hasil tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu, bagi kelompok penerima program KRPL tahun 2018 lalu juga mendapat anggaran untuk pengembangan masing – masing Rp.16 juta dan hanya 6 kelompok. Penentuan kelompok penerima ini ditetapkan oleh Kementrian Pertanian berdasarkan Desa penderita stunting. Kendati beberapa Desa ini menerima program yang sama tahun – tahun sebelumnya, tapi kelompoknya tidak sama. “(Desa) Oo memang tahun lalu juga mendapatkan program ini, tapi kelompoknya beda. Penentuan desa penerima program ini ditentukan oleh pusat,” katanya.

Untuk pembiayaan program KRPL dari APBD Provinsi, dikatakan Fagih, tahun 2019 ini hanya 2 kelompok di Desa yaitu kelompok wanita tani di Desa Saneo Kecamatan Dompu dan Desa Malaju Kecamatan Kilo. “Kalau ini diadakan oleh (Dinas Ketahanan Pangan) Provinsi berupa sayuran, unggas, dan kandangnya. Kelompok tinggal terima barang dan kembangkan saja. Totalnya Rp.45 juta,” ungkapnya.

Sementara yang bersumber dari APBD Dompu, diakui Fagih, anggarannya terbatas hanya Rp.4,5 juta per kelompok. Tapi sasarannya ada 6 kelompok wanita tani, dan 2 sekolah. Karena anggarannya terbatas, pengadaannya langsung oleh Dinas, sehingga kelompok langsung mengembangkannya. “Semua kelompok penerima program KRPL ini didampingi oleh penyuluh di Desa setempat sebagai tenaga teknisnya,” jelasnya.

Terhadap sekolah penerima program, dikatakan Fagih, tahun ini diarahkan di Pondok Pesantren anak – anak fakir miskin di Desa Anamina Kecamatan Manggelewa dan SMAN 2 Dompu. Kalau tahun 2018, 2 sekolah penerima program KRPL yaitu SDN 7 Woja dan SD IT Al Hilmi Dompu. “Programnya jalan sampai sekarang,” ungkapnya. (ula/*)