Seribuan Hektare Tanaman Padi di Dompu Terdampak Kekeringan

Ilustrasi kekeringan (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Sekitar 1.022 ha tanaman padi di Kabupaten Dompu terkena dampak kekeringan akibat rendahnya curah hujan. Wilayah Kecamatan Huu yang paling banyak dampak kekeringan yaitu seluas 997 ha dan Kecamatan Manggelewa seluas 25 ha.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pt kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 4 Maret 2019 menyebutkan kerusakan tanaman padi akibat kekeringan ini belum sampai pada puso atau gagal panen. Tapi yang banyak adalah rusak ringan akibat kekeringan seluas 669 ha, terdiri dari wilayah Huu seluas 651 ha dan Manggelewa seluas 18 ha.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

Rusak sedang seluas 258 ha terdiri dari Huu 251 ha dan 7 ha di Kecamatan Manggelewa. “Yang rusak berat hanya 95 ha di Kecamatan Huu,” kata Armansyah merujuk pada laporan kerusakan tanaman akibat dampak perubahan iklim atau kekeringan periode pengamatan 1 – 27 Februari 2019.

Armansyah mengaku, pihaknya memiliki program pengadaan sumur bor dalam yang dibiayai melalui APBN dan akan diprioritaskan untuk wilayah Huu. Tentu sumur bor ini tidak bisa menanggulangi kekeringan yang terjadi saat ini. “Sumur bor ini untuk musim tanam berikutnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

Untuk musim tanam saat ini, Armansyah mengaku, berdasarkan laporan petugasnya di lapangan tidak sampai menyebabkan tanaman padi tersebut mengalami puso atau gagal panen. Sehingga padi – padi yang terlanjur ditanam tersebut, tetap bisa dipanen walaupun produktivitasnya tidak akan maksimal.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, kata Armansyah, membuat petani dibuat dilematis. Mereka mau menanam padi, hujan sudah lama ndak turun. Mereka mau tanam jagung, khawatir hujan masih turun dan menyebabkan jagungnya tidak bisa tumbuh. “Karena lahan mereka ini, lahan sawah. Ketika hujan, airnya akan tergenang,” ungkapnya. (ula)