Cuaca Ekstrem, Empat Jalur Pendakian Tambora Ditutup

Dompu (Suara NTB) – Cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Dompu sebulan terakhir tidak saja mengganggu aktivitas nelayan di wilayah pesisir. Tetapi, empat jalur pendakian di Gunung Tambora pun terpaksa ditutup. Keputusan itu diambil pengelola lantaran mengancam keselamatan jiwa pendaki.

Humas Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) setempat, Dedi Aminudin kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin,  28 Januari 2019 mengaku, terpaksa menutup sementara waktu empat jalur pendakian karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, juga didukung laporan beberapa pendaki yang terpaksa harus berbalik arah setelah diterpa hujan lebat dan angin kencang.

“Januari ini memang banyak yang naik, tapi mereka terpaksa turun karena cuaca di atas sangat berbahaya, hujannya lebat disertai angin kencang,” kata dia.

Berdasarkan informasi perkiraan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima pihaknya, diperkirakan penutupan jalur pendakian Pancasila, Piong, Doro Ncanga dan Kawinda Toi tersebut akan berlangsung 1-2 bulan kedepan. Namun ketika perkembangan cuaca dirasa aman meski belum sesuai perkiraan, maka jalur-jalur tersebut akan kembali dibuka untuk aktivitas pendakian.

Diakui, penutupan jalur ini memang berdampak pada pencapaian target kunjungan, tapi karena masih berada di awal tahun dianggapnya belum begitu memberi dampak yang signifikan. “Sudah pasti mempengaruhi pencapaian target kunjungan kita, tapi mungkin karena awal tahun tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Beberapa ancaman serius bagi pengunjung ketika melakukan pendakian ditengah cuaca ektstrem seperti ini, sebut Dedi Amunudin, diantaranya rawan tergerus tanah longsor, banjir gunung dan diterjang angin kencang. Tak terkecuali tersesat karena jalur pendakian tertutup kabut tebal.

Pengunjung yang ditemukan terpaksa berbalik arah atau dilarang untuk mendaki cukup bervariasi, kebanyakan pengunjung nusantara dari luar NTB dan wisatawan mancanegara. “Kita tidak berani memaksa untuk membuka jalur karena keselamatan jiwa pendaki harus kita utamankan,” jelasnya. (jun)