Empat Wirausaha Pemula Dompu Dapat Bantuan Hibah Kemenkop UKM RI

Produk UKM Dompu yang ditampilkan di stan milik Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu pada event NTB Expo tahun 2018 yang berlangsung, 5 – 9 Desember 2018 di Banyumulek Lombok Barat. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Empat wirausaha pemula di Kabupaten Dompu mendapat bantuan hibah dari Kementrian Koperasi UKM RI. Bantuan berupa dana tunai masing – masing Rp.13 juta ini menjadi modal untuk pengembangan usahanya.

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs H Rifaid, M.Pd melalui kepala bidang UKM, Ir Hj Serim, M.Si mengungkap, keempat wirausaha pemula yang mendapat bantuan hibah dari Kementrian setelah mengajukan proposal. Penerima bantuan hibah dari Kabupaten Dompu cukup besar bila dibandingkan daerah lain. Karena hanya 11 wirausaha pemula yang mengajukan proposal dan 4 orang disetujui. “Uangnya langsung masuk ke rekening pelaku UKM,” katanya.

Keempat pelaku UKM penerima bantuan hibah Kementrian ini diantaranya Arif Priyono (UKM Ami Kik) Bada, Ali Ramzi (UKM Reza) Bada, Novisusanti (UKM NS Gel) Kandai Dua, Nur Hasanah (UKM Istana Angin Laut) Desa Marada Huu.

Kendati bantuan hibah bagi wirausaha pemula ini langsung masuk ke rekening masing – masing, dikatakan Hj Serim, tetap dilakukan pendampingan dan evaluasi sesuai proposal yang diajukan. Pendampingan dan evaluasi akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi UKM. “Kita ingin bantuan itu manfaatkan sesuai peruntukan, sehingga usahanya semakin maju dan berkembang,” jelas Hj Serim.

Harus diakui, kata Hj Serim, persoalan modal dan jejaring masih menjadi kendala pelaku UKM di daerah. Kondisi ini menyebabkan produk UKM Dompu gagal masuk di supermarket, karena sistemnya dropsip dan harus kontinyu. Pelaku UKM yang keterbatasan modal, sulit memenuhi. Karena hasil penjualan produk tersebut dijadikan modal untuk membeli bahan untuk produk berikutnya.

Namun Hj Serim mengaku akan melakukan pendekatan ulang ke supermarket di Mataram agar bisa menerima pasokan produk UKM Dompu. Paling tidak sistemnya bayar setengah, sehingga dapat menutupi keterbatasan modal pelaku UKM. “Kita akan coba usahakan lagi ke Ruby (Mataram). Kita minta agar dibayar setengahnya dulu saat barang masuk,” terangnya.

Hj Serim juga mengungkapkan, pendampingan terhadap pelaku UKM terus menjadi komitmen pihaknya. Keikutsertaan pada NTB Expo 2018 juga menjadi bagian dari pendampingan terhadap pelaku UKM dalam memasarkan produk usahanya. Selain kegiatan NTB Expo, berbagai event lain juga difasilitasi.

Pada kegiatan NTB Expo tahun 2018, beberapa produk unggulan daerah asal Dompu yang cukup diminati pengunjung seperti madu, mete, krepek ikan, kopi, marning jagung, kahangga, ikan kering, abon, termasuk tenunan. “Di hari pertama dan kedua, banyak pengunjung langsung membeli itu,” terangnya. (ula/*)