Dorong Kemajuan UKM, Dinas Koperasi UKM Dompu Ikut Fasilitasi Pemasaran

Hj. Serim dan Ahmad Rifai (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Dompu tidak hanya membimbing pelaku usaha kecil menengah dalam melegalkan usahanya, tapi juga memberikan pelatihan dan ikut memfasilitasi pemasaran. Berbagai momen difasilitas seperti halnya gelaran NTB Expo yang akan berlangsung di Banyumulek Lombok Barat, 5 Desember mendatang.

Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd melalui kepala bidang UKM, Ir Hj. Serim, M.Si kemarin mengungkapkan, pihaknya akan memfasilitasi pemasaran 10 orang pelaku UKM di Kabupaten Dompu untuk diikutkan pada moment NTB Expo tahun 2018 di Banyumulek Lombok Barat, 5 Desember. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 10 Desember tersebut akan menampilkan berbagai produk unggulan daerah Kabupaten Dompu untuk diperkanalkan dan dipasarkan.

“Kegiatan NTB Expo tahun 2018 di Banyumulek, kita akan ikutkan 10 orang pelaku UKM. Produk UKM Dompu diharapkan bisa diperkenalkan dan dipasarkan pada kegiatan ini,” ungkapnya.

Selain mengikutkan 10 pelaku UKM bersama produknya, Hj. Serim mengaku, juga akan menampung produk UKM lain untuk diperkenalkan dan dipasarkan. Beberapa produk unggulan Dompu yang akan diikutkan pada kegiatan NTB Expo 2018 seperti kue kering, produk olahan jagung, produk olahan rumput laut dan hasil laut lainnya, madu, kopi, mete, gula merah dari tebu, gula halus, susu kuda dan produk lainnya. “Karena NTB Expo dibuka tanggal 5 Desember, tanggal 4 Desember kita sudah siapkan stan dan produknya untuk ditampilkan di arena,” katanya.

Ia pun mengatakan, tidak hanya pada kegiatan NTB Expo yang difasilitasi pihaknya untuk menampilkan produk UKM Dompu sebagai bentuk memfasilitas pemasaran. Tapi kegiatan lokal daerah Kabupaten Dompu maupun kegiatan skala nasional juga diikut sertakan. Baik yang difasilitasi sendiri oleh Dinas Koperasi UKM, maupun melalui kegiatan Dinas/Instansi lain. “Ini bentuk komitmen kami mendukung pengembangan UKM di daerah,” terangnya.

Pada akhir 2017 lalu, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu berhasil meloloskan 4 pelaku UKM untuk bisa bermitra dengan pasar modern seperti Transmart dan sejenisnya. Program ini belum bisa diwujudkan akibat keterbatasan modal karena menggunakan sistem titip dan dipasok secara kontinyu. “Pelaku UKM kita belum bisa memenuhinya karena keterbatasan modal,” kata Hj. Serim.

Namun Hj. Serim mengaku, akan kembali membangun komunikasi dengan Transmart dan Ruby Mart Mataram agar produk UKM Dompu menggunakan sistem bayar 50 persen saat barang masuk. Pola ini memungkinkan dapat membantu pelaku UKM dalam menyiapkan produknya secara kontinyu dengan keterbatasan modal yang dimiliki. “Besok kita mau coba bawa ke Ruby (Ruby Mart Mataram). Kita akan upayakan agar bisa dibayarkan setengah dulu,” terangnya.

Diterimanya produk UKM Dompu di pasar modern menjadi bukti bahwa produk UKM Dompu tidak kalah dengan produk UKM lainnya. Baik kemasan dan cita rasanya. Namun ketersedian produk secara kontinyu dan pasokan yang terbatas menjadi kendala. Ini akan menjadi perhatian Dinas kedepan, sehingga para pelaku UKM bisa menjawab tantangan pasar. (ula/*)