Presiden Dijadwalkan Resmikan Bendungan Tanju 30 Juli Mendatang

Dompu (Suara NTB) – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan bendungan Tanju di Kecamatan Manggelewa Dompu. Bendungan senilai Rp320 M dan akan mengairi sawah irigasi teknis baru seluas 2.350 ha di wilayah Manggelewa dan Kempo ini akan diresmikan Presiden pada Senin, 30 Juli 2018 mendatang.

Kepastian kunjungan Presiden ini disampaikan Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin saat memimpin rapat persiapan kunjungan Presiden bersama muspida, Kepala BWS NT 1, Ir H Asdin dan jajaran di pandopo Bupati, Rabu, 25 Juli 2018 siang. Usai memimpin rapat persiapan, Bupati bersama rombongan langsung melakukan peninjauan lapangan di bendungan Tanju.

Sesuai jadwal kunjungan Presiden, kata H. Bambang, pada Minggu, 29 Juli 2018 pagi presiden akan melakukan kegiatan di Makassar Sulawesi Selatan. Pada Minggu siang itu juga, Presiden langsung ke Sumbawa melakukan kegiatan kunjungan dan peresmian Pondok Pesantren di Sumbawa. Dari Sumbawa, Presiden akan menaiki helicopter pada Senin, 30 Juli 2018 pagi menuju Tanju Kecamatan Manggelewa. Presiden Joko Widodo akan melakukan kegiatan peresmian bendungan Tanju hingga siang. “Dari Tanju, Presiden akan kembali ke Sumbawa mengisi kuliah umum di UTS,” katanya.

Di Tanju, Presiden dijadwalkan akan meresmikan selesainya pembangunan bendungan Tanju dan penanaman pohon secara simbolis untuk penghijauan. Setelah itu dilanjutkan dengan pelepasan ikan air tawar di area bendungan dan dilanjutkan dengan tatap muka dengan masyarakat dan pembagian sertifikat tanah. “Untuk program prona (sertifikat tanah) di Dompu dapat jatah 17 ribu persil tahun ini, tapi yang sudah siap untuk dibagikan 1.500 persil,” kata Bupati.

Bupati berharap, kunjungan Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya di Dompu ini tidak hanya meresmikan bendungan Tanju yang menjadi bagian dari mega proyek Rababaka kompleks. Tapi kunjungan presiden ini diharapkan memantapkan rencana pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo yang akan dibiayai melalui APBN. “Setelah Rababaka kompleks ini rampung, kita berharap pelabuhan Nusantara Kilo ini bisa selesai,” harapnya.

Kepala BWS NT 1, Ir H Asdin mengatakan, bendungan Tanju dan bendungan Mila satu paket proyek yang direncanakan masa pengerjaannya hingga Desember 2018. Tapi pembangunan kedua bendungan ini dipercepat. Bendungan Tanju sudah rampung sejak awal 2018 dan bendungan Mila ditargetkan harus rampung sebelum September 2018, karena bendungan ini juga akan kembali diresmikan.

Bendungan Tanju yang akan mengairi sawah irigasi tekhnis hingga 2.300 ha di daerah Manggelewa dan Kempo masih akan diselesaikan pembangunan saluran irigasi kanan dan saluran irigasi kiri. Pembangunan saluran irigasi ini menjadi bagian terpisah dari proyek pembangunan bendungan Tanju dan masih dalam tapah pengerjaan. “Kita masih terkendala pembebasan lahan warga. Ada beberapa are milik beberapa warga, mereka menolak dengan tawaran harga yang ditetapkan tim Apresal. Mereka minta jauh di atas itu. Sementara kalau kita ikuti, itu sama halnya dengan menyatukan dua tangan kita (diborgol oleh aparat penegak hukum),” kata Asdin.

Begitu juga dengan pembangunan saluran interbasin sepanjang 17 KM dengan titik fokus pada pembuatan terowongan sepanjang 1,7 KM yang menghubungkan ke bendungan Tanju, dikatakan Asdin, menjadi proyek tahap kedua yang mulai dikerjakan tahun 2018. Untuk proyek tahap kedua ini nilainya mencapai Rp 370 M

Bendungan Tanju dan Mila sendiri, kata Asdin, memiliki dua fungsi utama sebagai daerah irigasi pertanian dan konservasi, selain fungsi lain seperti daerah pariwisata, perikanan air tawar, dan penghijauan. “Fungsi utamanya sebagai daerah irigasi pertanian dan konservasi. karena keberadaan bendungan ini secara langsung mata air pada daerah di bawah akan naik,” jelasnya. (ula)