Dompu Jadi Laboratorium Inovasi LAN

0
13

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu terpilih diantara 11 Kabupaten di Indonesia sebagai laboratorium inovasi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) tahun 2018. Penunjukan Kabupaten Dompu untuk lebih memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, serta dijadikan daerah percontohan di NTB.

Deputi bidang Inovasi LAN RI, Dr Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MA pada acara laboratorium Inovasi  antara LAN dengan Pemerintah Kabupaten Dompu di pandopo Bupati, Selasa, 10 Juli 2018 kemarin menegaskan, pemilihan Kabupaten Dompu sebagai tempat laboratorium inovasi LAN bukan karena daerahnya dipandang tidak inovatif, tapi justru daerah ini dijadikan daerah percontohan untuk provinsi itu dan dipilihlah Kabupaten yang relatif jauh dari ibu kota Provinsi. Selain NTB diwakili oleh Kabupaten Dompu, program yang sama juga dilakukan di 11 provinsi, diantaranya Papua Barat, Papua, NTT, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatra Barat.

“Ada dua tujuan utama dari pelaksanaan program Inovasi. Pertama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Dompu. Kedua, menjadikan Dompu sebagai percontohan bagi Kabupaten lain di provinsi NTB,” kata Tri Widodo.

Inovasi kata Tri Widodo, bukan meninggalkan yang lama dan melakukan yang baru sama sekali. Tetapi memberikan kebaruan terhadap apa yang sudah dilakukan.

“Melakukan hal yang rutin dengan cara yang tidak rutin. Melakukan hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa, itulah inovasi. Asingkan yang biasa, biasakan yang asing. Kalau kita mengasingkan sesuatu yang asing, maka tidak ada sesuatu yang baru. Kalau kita membiasa yang sudah biasa, ya ndak akan ada hebatnya,” tegasnya.

Ia pun berharap, momentum laboratorium inovasi sebagai momentum perubahan dan bukan berarti selama ini tidak berubah. Tapi perubahan itu sistemik, lebih kolektif. Sehingga kegiatan ini tidak hanya oleh satu dua SKPD, tapi oleh semua SKPD, Camat, UPT, RSUD, Puskesmas dan Lurah/Desa. Dengan demikian, 1 tahun kedepan Kabupaten Dompu akan menjadi lumbung inovasi daerah.

“Kamus kami di LAN, kamus bapak Bupati Dompu, tidak tercatat kata – kata gagal. Jadi yang ada dalam kamus kita adalah bisa dan berhasil,” tagas Tri meyakinkan.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya menegaskan, inovasi kini semakin familiar di tengah kehidupan. Bila tidak dilakukan, maka tidak akan mengalami kemajuan.

“Kita mau di administrasi pemerintahan, di pekerjaan – pekerjaan kita birokrat bisa dilakukan inovasi. Tapi kitalah yg merasa membutuhkan inovaai ini supaya kita mengupayakannya secara mandiri, kita mengupayakan secara bersama – sama. Tujuannya apa? Memudahkan proses, mempersingkat proses, meniadakan hambatan – hambatan,  memperkecil masalah – masalah. Itu tujuan utama dari inovasi,” pesan H Bambang.

Ia pun berharap setelah dijadikan laboratorium Inovasi LAN, ada sesuatu yang berbeda menuju arah yang lebih baik. Bila tidak ada kemajuan setelah kegiatan ini, bukan hanya LAN yang gagal, tapi Kabupaten Dompu sebagai peserta juga gagal.

“Saya mengajak semua menjadikan inovasi ini sebagai kebutuhan. Jadi bukan sekedar ikut, bukan sekedar saja, tapi kita merasa kita membutuhkan inovasi dalam pekerjaan kita,” katanya. (ula)