Ratusan Napi Lapas Dompu Tidak Bisa Berikan Hak Pilih

Dompu (Suara NTB) – Dari 312 calon pemilih yang diusulkan Lapas Kelas II B Dompu hanya 31 orang yang disetujui KPU setempat untuk memberikan hak pilihnya pada Pilgub 2018 ini. Ratusan orang sisanya terpaksa tak bisa berpartisipasi menentukan masa depan NTB karena terkendala dokumen kependudukan.

Kasi Binadik dan Kegiatan sekaligus Ketua TPS, Murdahim, SH., mengatakan, 281 orang narapidana tersebut tidak bisa memberikan hak pilih karena tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK). “Kita usulkan 312 tapi yang disetujui KPU hanya 31 orang, jadi terkendala dengan kepemilikan KTP dan KK,” kata dia kepada Suara NTB di sela pemungutan suara, Rabu (27/6).

Menurut dia, tidak dimilikinya KTP dan KK oleh narapidana itu wajar terjadi. Sebab, mereka yang notabene terjerat kasus hukum tidak mungkin dikurung bersama dokumen kependudukannya. Apalagi sebagian diantaranya merupakan napi pindahan dari luar daerah.

Upaya mengkoordinasikan persoalan ini dengan Disdukcapil dan KPU setempat sudah dilakukan jauh-jauh hari, guna mencari solusi terbaik agar para terpidana tetap bisa memberikan hak pilihnya. Namun nyatanya, hingga pencoblosan berlangsung DPT tetap dengan jumlah semula, yakni hanya 31 orang.

“Dukcapil sudah data kesini, kita juga minta bantuan agar berkoordinasi dengan KPU bagimana lapas itu diprioritaskan. Kalau sekarang kita mau kumpulkan KTP mereka dari sana sini kan susah juga, mereka tidak bisa bergerak. Hasilnya tidak ada perubahan tetap dengan 31 orang itu,” ujarnya.

Murdahim menegaskan, partisipasi pemilih pada Pilgub tahun ini cukup baik, rata-rata antusias untuk datang ke TPS memberikan hak suaranya. Tetapi karena persoalan diatas sebagian besar diantaranya terpaksa hanya bisa jadi penonton. Pun parahnya, mereka minim pengetahuan soal figur Paslon yang akan dipilihnya, mengingat tidak ada satupun tim sukses atau paslon yang datang untuk menarik dukungan dari lapas.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan pencerahan secara proposional tentang Paslon yang akan memimpin NTB kedepan, temasuk melalui pamflet ke empat Paslon beserta visi dan misinya. “Jadi kita beri masukan silahkan pilih mana yang terbaik menurut isi hatinya, mungkin bisa tanya keluarganya saat berkunjung. Itulah salah satu cara kita, termasuk menempel pampflet paslon siapa tahu ada yang mengenal kemudian memilih,” jelasnya.

Disingung hasil akhir pemilihan Cagub dan Cawagub NTB di lapas Dompu, Murdahim menyebutkan, dari 31 DPT yang ada 3 suara diperoleh Paslon nomor urut 1, 24 suara untuk Paslon nomor urut 2, 4 suara untuk Paslon nomor urut 3 dan nihil suara untuk paslon nomor urut 4. (jun)