Stok Pangan Warga Dompu Aman untuk Beberapa Bulan

Dompu (Suara NTB) – Produksi gabah dan beras di Kabupaten Dompu kembali mencatatkan data surplus dari kebutuhan konsumsi warga. Bahkan data produksi gabah pada April 2018, cukup untuk kebutuhan konsumsi hingga 8 bulan kedepan. Dengan produksi yang ada, kondisi pangan Dompu aman untuk beberapa bulan kedepan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs. Burhanuddin H. Mahadi melalui Kepala bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ir. M. Makmun, M.Si kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat, 25 Mei 2018 mengungkapkan, berdasarkan data ketersediaan pangan yang diproduksi petani Dompu tahun 2018, bahwa stok pangan masyarakat Dompu aman untuk beberapa bulan kedepan. Bahkan untuk produksi bulan April 2018, gabah bersih sebanyak 36.994 ton atau 22.437 ton beras.

Dengan jumlah penduduk Dompu sebanyak 241.888 jiwa, kebutuhan konsumsinya sebanyak 2.371 ton per bulan. Sehingga dari produksi gabah pada April, mengalami surplus hingga 20.067 ton. Perkiraan produksi pada Mei 2018 mencapai19.288 ton atau 11.698 ton beras. Sementara kondisi stok/cadangan pangan April yang ada di Bulog sebanyak 2.009,475 ton beras dan 4.200 ton gabah.

Baca juga:  Destinasi Wisata Super Prioritas, Keamanan Pangan Harus Jadi Nomor Satu

Ir. M. Makmun yang didampingi jajarannya mengungkapkan, berdasarkan data produksi pangan Dompu bahwa stok pangan untuk beberapa bulan kedepan masih aman. Hanya saja, tidak semua produksi gabah disimpan sebagai cadangan warga. Karena banyak juga warga langsung menjual gabahnya dan gabah tersebut dikirim ke luar Dompu. “Walaupun dijual, para petani biasanya menyimpan stok untuk kebutuhan 4 bulan kedepan,” ungkapnya.

Kendati tidak menanam padi, warga Dompu sebagian besar menanam jagung. Hasil produksi jagung akan disisipkan untuk membeli beras sebagai makanan pokok. Sehingga ketersediaan pangan masyarakat Dompu aman untuk beberapa bulan. “Masyarakat Dompu akan tetap mengalami surplus untuk produksinya,” jelasnya.

Baca juga:  Destinasi Wisata Super Prioritas, Keamanan Pangan Harus Jadi Nomor Satu

Untuk penyebaran produksi pangan, diakui M. Makmun, sulit untuk dijaga sebarannya. Karena banyak juga warga Dompu tidak memiliki lahan sawah untuk ditanami padi, tapi mereka memiliki lahan tadah hujan yang ditanami jagung dan kacang hijau. Hasilnya pun disisipkan untuk membeli gabah dan beras. “Makanya tidak ada warga Dompu yang kelaparan karena tidak ada pangan,” terangnya.

Ketika kondisi terburuk dan terjadi kelangkaan pangan, M. Makmun mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk membantu warga yang kekurangan pangan. Kendati tidak banyak, tapi paling tidak bisa membantu warga bersama Dinas/Instansi lain dalam penanggulangan warga miskin. “Anggaran untuk penanganan ketersediaan pangan bagi warga miskin ada, tapi tidak banyak,” katanya. (ula/*)