Pencanangan BBGR, Pemdes Bersama Warga Diharapkan Bersinergi Wujudkan Lingkungan Bersih

Dompu (Suara NTB) – Mei merupakan bulan pencanangan gotong royong di tengah masyarakat yang dilakukan setiap tahunnya. Pencanangan bulan bhakti gotong royong (BBGR) tahun 2018 diharapkan adanya sinergi pemerintah di tingkat bawah bersama masyarakatnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban.

Hal itu menjadi titik poin dari pencanangan BBGR tahun 2018 melalui penyerahan sekop dan sapu oleh Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si selaku inspektur upacara yang menggantikan Bupati Dompu pada upacara yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah, Rabu, 2 Mei 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, H. Supardi, S.Sos, M.Si kepada Suara NTB usai upacara pencanangan BBGR tingkat Kabupaten Dompu, Rabu kemarin mengungkapkan, setiap bulan Mei secara nasional menjadi bulan bhakti gotong royong untuk menjaga budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Gotong royong bukan hanya pekerjaan fisik, tapi juga soal kebijakan yang dimusyawarahkan bersama. “BPD bersama masyarakat merumuskan kebijakan di Desa,” katanya.

Baca juga:  Kemenkeu Transfer Langsung DD 2020 ke Rekening Desa

Kepala DPMPD Kabupaten Dompu, H. Supardi, S.Sos, M.Si.

Namun, H. Supardi menitik beratkan pada kesepakatan yang ditandatangani oleh para Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Dompu 2 tahun lalu. Diantaranya soal menjaga kebersihan lingkungan yang melibatkan Kepala Desa bersama aparatur, PKK dan organisasi yang ada di Desa. Budaya gotong royong ini dilakukan setiap Jumat dari satu tempat ke tempat lain.

“Sehingga Dompu melalui Desa tercipta lingkungan bersih,” ungkapnya.

Gerakan menjaga kebersihan ini juga dicontohkan pihaknya di Manggelewa pada Februari 2018 mulai dari Tekasire hingga cabang Soriutu. Gerakan ini diikuti oleh Camat Kempo yang memulai gerakannya dari Dorokobo. “Kita berharap ini terus dilakukan oleh Kecamatan lain,” harapnya.

Pencangan lingkungan bersih ini juga diikuti dengan penganggaran di tingkat Desa melalui ADD dan DD untuk pengadaan sepeda motor roda tiga. Sepeda motor ini untuk mengangkut sampah di masyarakat dan dibawa ke TPA.

Baca juga:  Mantan Kades Kemuning Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Selain pencanangan kebersihan lingkungan yang telah ditandatangani bersama, H. Supardi juga mengingatkan soal, menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen yang ditandatangani sejak 2 tahun lalu. yaitu gerakan bebas narkoba dan bebas minuman keras beralkohol, serta tidak melaksanakan hiburan malam dengan orgen tunggal.

“Semua (komitmen yang ditandatangani) sudah tersentuh, cuman belum maksimal. Contoh kebersihan sudah, tapi belum maksimal. Kebersihan itu soal lingkungan, termasuk pemagaran tempat tinggal,” jelasnya.

Terhadap kegiatan hiburan malam dan minuman beralkohol yang sering memicu keributan serta perkelahian antar kampung, diakui H. Supardi, kini semakin jarang ditemukan. Hal ini juga ikut mendukung ketertiban di tengah masyarakat. “Masalah miras juga bersama aparat, termasuk kegiatan di malam hari. Orgen tunggal sudah mulai kurang dibanding tahun – tahun sebelumnya,” katanya. (ula/*)