Sadom Wakili Dompu Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi

Dompu (Suara NTB) – Dari sekian banyak lembaga pendidikan tingkat SLTA di wilayah ini, SMAN 1 Dompu (Sadom) terpilih sebagai wakil daerah untuk lomba perpustakaan tingkat Provinsi NTB. Hal itu mengingat komitmen pihak sekolah memajukan perpustakaan tersebut cukup tinggi, terlebih sarana prasarana penunjangnya memadai. Termasuk ketersediaan referensi buku – buku umum dan paket untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.

“Dari beberapa sekolah yang dinilai itu hanya SMAN 1 Dompu yang layak muncul sebagai wakil Kabupaten Dompu untuk lomba perpustakaan sekolah tahun ini,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dompu, Rohyani, SH., disela pendampingan tim penilai lomba, Jumat, 23 Desember 2018.

Dari segi fisik, menurut dia, perpustakaan sekolah di bawah pembinaan pihaknya itu sudah sangat ideal jika dilihat dari penataan arsip dan area membaca yang disediakan. Pun demikian dengan akses jaringan untuk pelayanan pengunjung.

Rohyani menegaskan, kendati pihaknya memilih SMAN 1 Dompu sebagai perwakilan daerah di lomba perpustakaan tingkat Provinsi NTB tahun ini, namun pihaknya tidak pernah pandang bulu dalam hal pembinaan, melainkan terus mendorong lembaga pendidikan lain untuk mengembangkan perpustakaan yang ada. Terpenting ialah bagaimana meningkatkan minat baca peserta didik di wilayah ini.

Baca juga:  Nurul Persembahkan Tiga Emas untuk Indonesia

“Kapasitas kami sebagai dinas pembina dalam hal pengembangan ini kami tetap mendukung semuanya demi peningkatan minat baca siswa,” jelasnya.

Siswa dan guru SMAN 1 Dompu saat menyambut kedatangan tim penilai lomba perpustakan tingkat SLTA, Jumat, 23 Desember 2018.

Selain lomba perpustakaan tingkat SLTA juga satu desa diwilayah ini akan mewakili Dompu untuk lomba Perpustakaan Desa (Perpusdes), yakni Desa Cempi

Jaya Kecamatan Huu. Kasi Pembinaan Kepustakaan Pusda NTB sekaligus ketua tim penilai lomba, Dwi Sunariowati dikonfirmasi terkait indikator penilaian mengaku bayak item yang akan dilihat pihaknya. Diantaranya, ketersediaan gedung perpustakaan yang tidak tercampur dengan sekolah, keseimbangan koleksi buku sekolah, paket dan umum, SDM pengelola serta dukungan anggaran untuk pengembangan perpustakaan yang ada.

“Walaupun ada buku paket tapi harus ada anggaran yang diberikan dalam rangka peningkatan koleksi dan kesejahteraan SDM. Dan juga peningkatan pendidikan bagi pengelola,” jelasnya.

Kenyamanan di lingkungan sekolah dan perpustakaan pun menjadi poin penting dalam hal pengembangan pusat bacaan ini, sebab rasa jenuh yang dialami siswa karena terus menerima materi pelajaran diklas akan terobati dengan rasa aman di perpustakaan. Dan ini memungkinkan peningkatan motivasi membaca siswa di sekolah. “Di sekolah sudah jenuh belajar jadi dia bisa refreshing di perpustakaan dalam rangka meningkatkan variasi ilmu yang ada disekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Sekolah di Tambang Batu Hijau Wakili Indonesia di Kompetisi Pendidikan Internasional

Pengembangan perpustakaan dengan pendekatan lokal sebagaimana yang dilakukan pihak SMAN 1 Dompu saat ini, kata Dwi Sunariowati sangatlah tepat dan diapresiasi positif pihaknya. Karena memang perpustakaan tidak hanya ditutut berisi karya umum melainkan hasil kreatifitas siswa juga harus diberikan ruang. Sehingga potensi-potensi lokal diwilayah ini dapat diangkat ke permukaan.

Untuk lomba perpustakaan tahun ini, lanjut dia, diikuti oleh perwakilan sekolah di 10 Kabupaten/Kota yang ada di NTB, termasuk desa yang dipercaya mengelola perpustakaan. Dan bagi mereka yang lolos sebagai juara akan mewakili NTB untuk bersaing provinsi lain ditingkat nasional. “Nanti juara satunya kita bawa ke tingkat nasional begitupun dengan perpustakaan desa,” pungkasnya. (jun/ula/*)