RSUD Dompu Nyaris Direndam Banjir Kiriman dari Bima

Dompu (Suara NTB) – Banjir kiriman yang cukup deras dari daerah Madapangga dan Bolo Bima, melanda sejumlah daerah di Dompu. Luapan air yang begitu cepat membuat banyak warga korban banjir belum berhasil mengevakuasi barang – barangnya. Meski belum ada laporan korban jiwa, namun daerah Soriwono Kelurahan Potu diketahui sebagai daerah terparah.

Kepala BPBD Dompu, Drs. Imran M. Hasan yang dihubungi mengaku, banjir yang melanda kota Dompu sebagai banjir kiriman dari wilayah Madapangga dan Bolo Bima. Daerah hulu sungai di Dompu sempat hujan dengan intensitas tinggi dan lebih dari tiga jam.

Di Dompu sendiri, hujannya tidak terlalu deras dan sebentar. “Kita sedang turun ke lokasi dan belum tau apa saja kerugian,” jelasnya.

Wan Muhtajul, ST Kasi Bencana BPBD Dompu mengungkapkan, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir ini. Namun timnya sudah turun ke lokasi yang tergenangi banjir seperti Pelita, Magenda, Soriwono, Rato, Karijawa, Simpasai hingga Wawonduru.

“Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Karena banjirnya mendadak, warga tidak sempat selamatkan diri. Saat kita turun tadi, ada beberapa warga yang terperangkap di rumahnya saat banjir. Kita evakuasi pake perahu,” jelasnya.

Namun Wan Muhtajul mengaku, kendati banjir ini sebagai banjir kiriman. Banjirnya cukup besar, karena sampai melewati jembatan Soriwono Kelurahan Potu, sehingga ratusan pemukiman warga digenangi air. “Akibat digenangi air, mau tidak mau kita siapkan dapur darurat atau bantu dengan nasi bungkus. Karena darah rendah, lama surut airnya,” terangnya.

Sementara petugas dari BPBD Dompu lainnya, Fadli mengaku, sudah mendapat informasi volume air banjir besar dari rekannya di Lagara. Tapi info itu semula tidak dipercayanya, karena hujan yang turun mulai pukul 14.20 wita tidak terlalu deras. Saat dirinya cek air sungai di Magenda sekitar pukul 16.49 wita, air banjir sudah meluap ke perkampungan warga.

Sementara itu, RSUD Dompu di lingkungan Salama Pelita Kelurahan Bada Dompu juga nyaris digenangi banjir yang datang secara mendadak di daerah aliran sungai (DAS) Laju itu.

Banjir yang terjadi Senin, 5 Maret 2018 sekitar pukul 16.30 wita ini sempat membuat panik pasien dan karyawan RSUD Dompu. Beberapa dokumen hendak dievakuasi untuk dibawa ke lantai 2 gedung dan beberapa pasien juga mau dievakuasi.
“Setelah kami perhatikan, airnya cepat surut dan ndak sampai masuk ke ruangan. Airnya hanya masuk di ruang basement (gedung depan RSUD). Makanya ndak ada yang dievakuasi,” kata Syarifuddin, A.Md.Fis kepala Fisioterapi dan petugas supervisi RSUD Dompu, Senin sore kemarin.

Ia pun mengaku, pihaknya sempat panik. Terlebih sudah 2 kali RSUD Dompu direndam banji dalam 20 tahun terakhir, yaitu tahun 2002 akibat jebolnya tanggul di belakang RSUD dan Januari 2015 akibat luapan air banjir di sungai Laju dan saluran di kompleks RSUD belum teratur.

“Kalau sekarang, tanggul dan tembok pagar kita tidak ada masalah. Sekarang hanya mati listrik. Dimatikan oleh PLN di gardu (RSUD ganti dengan genset),” terangnya. (ula)