Meski Cuaca Ekstrem, Pedakian Tambora Tak Ditutup

Dompu (Suara NTB) – Meski sebagaian besar wilayah NTB khususnya di Dompu tengah dilanda cuaca ekstrem dan sulit diprediksi, namun aktivitas pendakian ke Gunung Tambora tetap berjalan. Pengelola tak menutup jalur pendakian dengan alasan intensitas hujan dikawasan tersebut masih sedang. Kendati begitu, cuaca ekstrem berpengaruh terhadap menurunya tingkat kunjungan.

“Untuk saat ini belum ada aktivitas penutupan jalur,” kata Sub Bagian Tata Usaha TNT, Deny Rahadi kepada Suara NTB, Kamis, 1 Februari 2018.

Informasi dari tim yang diterjunkan ke lapangan dan berdasarkan pantauan BMKG bahwa jalur pendakian tambora masih cukup aman. Berbeda halnya dengan Gunung Rinjani yang karakteristik hutannya tropis atau subtropis, sedangkan tambora hutan musim kering. “Jadi tidak terlalu panjang tuntutan untuk proses penutupan jalur,” ujarnya.

Kendati pendakian ke tambora tetap berjalan normal dan dinilai tidak begitu membahayakan pengunjung, tetapi cuaca ekstrem diawal tahun ini berpengaruh

terhadap menurunnya tingkat kunjungan. Kemungkinannya disebabkan transportasi umum baik darat maupun laut tidak bisa beroperasi dengan normal, sehinga pendaki memilih menunda kunjungannya.

Deny Rahadi menyebutkan, hingga akhir Januari 2018 kemarin jumlah pengunjung tercatat 54 orang, wisatawan nusantara 42 orang dan mancanegara baru 12 orang. “Nanti akan terlihat fluktuasinya di April karena kaitanya dengan festival tambora, kemudian dibulan-bulan lubur Agustus sampai Desember,” jelasnya.

Sebagian besar pendaki yang datang, lanjut dia, hampir 70 persen menempuh jalur pendakian pancasila. Mengingat hanya jalur ini yang lebih siap dari empat jalur pendakian lainya, walaupun pemandu wisatanya belum cukup provesional seperti ditempat lain. Selain jalur ini sudah cukup dikenal juga ketersediaan fasilitas pendukungnya sudah cukup memadai.

“Masyarakatnya sudah siap menerima laju kunjungan termasuk fasilitas rumah masyarakat yang disediakan sebagai tempat pelayanan sudah ada. Itu alasan mendasar kenapa jalur pancasila ini paling banyak dikunjungi,” pungkasnya. (jun)