Kompetisi Selancar Dunia di Lakey Terancam Batal, Ini Penyebabnya

Dompu (Suara NTB) – Kompetisi selancar tingkat dunia di Lakey terancam batal. Pasalnya, agenda yang difasiltasi World Surf League (WSL) ini membebani keuangan daerah. Untuk anggaran stimulan dan penyelenggaraan saja, daerah diminta menyetor Rp 1,5 M.

“Ternyata kita ini hanya jadi penonton, setor dulu uang 1 M untuk penyelenggaraan, uang dari mana kita dapat,” kata Plt Disbudpar Dompu H. Ichtiar, SH., di kantornya.

Mengingat dibebaninya anggaran daerah untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut, menurutnya, tidak memungkinkan untuk bisa dilaksanakan. Kalaupun mengandalkan APBD perubahan dirasa akan cukup sulit lantaran nominalnya tak seberapa.

Informasi awal, agenda yang telah ditunggu-tunggu pemerintah itu sama sekali tidak membebankan biaya apapun, daerah cukup menyatakan diri siap menjadi tuan rumah. “Kalau ada uang bisa kita laksanakan, tapi kalau tidak ada uang jelas tidak bisa, ndak mungkin kita laksanakan tanpa uang,” jelasnya.

H. Ictiar menambahkan, dalam agenda setingkat dunia ini daerah diminta menyetor uang Rp 1,5 M dengan rincian penggunaan Rp 1 M untuk penyelenggaran dan sisanya untuk pembuatan jadwal kegiatan. Sedangkan WSL bertanggung jawab mempromosikan kegiatan dan mengundang tamu-tamu mancanegara. Datang atau tidaknya tamu luar negeri dalam kompetisi ini tak ada jaminan, persoalannya daerah tetap akan menyetor biaya yang dibutuhkan itu sebelum kegiatan berlangsung.

“Iya mereka mau datang atau tidak terserah mereka (tamu, red), masalahnya uang kita kan tetap pergi,” tandasnya. (jun)