DKP Dompu Siapkan Cadangan Pangan Bagi Korban Bencana

0
84

Dompu (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Dompu telah menyiapkan cadangan pangan untuk disalurkan bagi korban bencana alam.

Pangan berupa beras 2 ton ini siap didistribusikan ketika terjadi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Dompu. Untuk membantu masyarakat dalam memenuhi gizi, DKP juga akan terus meningkatkan program rumah pangan lestari (KRPL) yang sudah dirasakan manfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ir Aminullah kepada Suara NTB di kantornya, Kamis, 23 November 2017, mengungkapkan, Kabupaten Dompu termasuk daerah yang rawan akan bencana alam seperti banjir, angin puting beliun, gempa bumi, tanah longsor, kekeringan dan bencana alam lainnya.

Berbagai ancaman bencana itu juga mengancam ketersediaan pangan masyarakat dan DKP Dompu juga mendukung untuk mengantisipasi ketersedian pangan warga korban bencana alam. “Tahun ini kita siapkan cadangan pangan berupa beras 2 ton,” katanya.

Cadangan pangan ini, diakui Aminullah, tidak didistribusikan saat banjir bandang dalam kota Dompu beberapa waktu lalu karena anggarannya belum cair. Pertimbangan lain, ancaman bencana alam masih akan terjadi dan dibutuhkan persediaan cadangan pangan yang cukup untuk membantu korban bencana kedepan.

“Kita sudah siapkan cadangan pangannya di LDPM Dompu. Ketika dibutuhkan sewaktu – waktu, bisa langsung didistribusikan. Kendati tahun anggaran 2017, cadangan pangan ini masih bisa disalurkan awal tahun 2018,” terangnya.

Dalam mendistribusikan bantuan ini, Aminullah mengaku, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan BPBD selaku lembaga yang menangani bencana alam. Pihaknya hanya menyiapkan beras cadangan pangan yang sudah dibungkus 5 kg. “Tentu yang akan mendistribusikan BPBD,” katanya.

Selain menyiapkan cadangan pangan, DKP juga akan terus mendorong program KRPL yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat untuk ketersedian pangan. Program ini di tahun 2017, ada 15 kelompok yang bersumber dari APBD Dompu dan 5 kelompok yang bersumber dari dana Dekon Provinsi NTB.

  ‘’Gaduh’’ Surat Petani pada Proyek Bibit Cabai di Kota Mataram

“Tahun 2018 akan terus kita tingkatkan. Program ini sangat terasa manfaatnya oleh rakyat dalam penyiapan kebutuhan pangan setiap harinya,” terangnya.

Kepala Bidang Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, M Fagih, S.Pt menambahkan, program KRPL tahun 2017 sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Tidak hanya bagi anggota kelompok penerima program KRPL, tapi juga masyarakat di sekitar juga ikut menikmatinya.

Warga yang melihat aktifitas kelompok dan memanfaatkan lahan pekarangannya juga diikuti oleh warga sekitar. Apalagi yang dibudidaya merupakan kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan harian ibu rumah tangga. Mulai dari sayur mayur hingga pangan lainnya.

“Warga yang tidak masuk dalam anggota kelompok, ketika mereka butuh tetap diberikan bibitnya oleh anggota kelompok KRPL,” terangnya.

Karenanya, untuk tahun 2018 ini pihaknya mengupayakan agar ada peningkatan jumlah kelompok penerima program KRPL. Jika di tahun 2017 ada 15 kelompok penerima program ini dari APBD Dompu, tahun 2018 mendatang direncanakan 20 kelompok.

Pembiayaannya juga ditingkatkan menjadi Rp 7 juta – Rp 8 juta per kelompok. “Hasil evaluasi, anggaran per kelompok tahun 2017 ini dirasa tidak cukup,” katanya.

Kelompok penerima KRPL tahun 2017 berdasarkan hasil penilaian yang diwakili oleh kelompok Kasamaweki Desa Kareke meraih juara 2 tingkat Provinsi untuk kawasan rumah pangan lestari. Kelompok ini tidak hanya sayur mayur yang dibudidaya untuk kebutuhan pribadi dan dijual ke pasar, tapi juga membudidaya umbi – umbian dan ikan air tawar.

Fagih juga mengungkapkan, di akhir 2017 ini juga ada 2 kelompok wanita di Dompu yang mendapat bantuan dari Provinsi. Yaitu kelompok di Desa Nusa Jaya Manggelewa dan kelompok Cempi Jaya Huu.

Bantuan yang diterima berupa ayam petelur dan masing – masing orang akan mendapatkan 10 induk ayam dan setiap kelompok berjumlah 25 orang. “Kita berharap bantuan ini bisa dikembangkan anggota kelompok untuk kebutuhan mereka,” terangnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here