Tim Asesor Pastikan Kesiapan Tambora Jadi Geopark Nasional

Dompu (Suara NTB) – Dari lima calon geopark nasional yang dinilai pemerintah pusat, gunung Tambora dianggap paling siap secara administrasi dan dokumentasi. Termasuk dokumen perencanaan seperti master plan dan sebagainya. Pun kondisi dan potensi-potensi yang bisa dikembangkan sudah dipresentasikan.

“Geopark Tambora yang paling siap secara administrasi dan dokumen,” ungkap Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah, M.Sc., M.M., M.Tp., sebelum penyambutan tim asesor dari Badan Geologi, Jumat, 10 November 2017.

Hal ini menjadi dasar pihak Kemenko Bidang Kemaritiman RI menugaskan tim asesor untuk memastikan kesiapan Kawasan Tambora sebagai geopark nasional. Sederhananya bahwa pemerintah mendorong semakin banyaknya lokasi-lokasi yang layak menjadi geopark nasional.

Baca juga:  Sensasi Wisata Alternatif Jalur ‘’Offroad’’ Gunung Tambora

“Karena geopark ini sudah menjadi branding yang menarik di dunia karena dia memiliki tiga fungsi, fungsi konservasi, edukasi dan pemberdayaan,” jelasnya.

Ketika Tambora berlabel geopark nasional maka ketiga hal diatas akan terafiliasi, kalaupun ingin mengembangkannya pada level yang lebih tinggi dengan membangun fasilitas sarana prasarana penunjang tentunya branding geopark tersebut akan sangat memudahkan. Apalagi Tambora berada di wilayah Samota.

“Ketika Tambora ini menjadi geopark nasional dalam perencanaan Samota sebagai sebuah kawasan potensial, nah ini Tambora akan menjadi daya ungkit yang sangat kuat bagi kawasan itu,” ujarnya.

Baca juga:  Samota Jadi Cagar Biosfer Dunia

Saat ini pihaknya sudah mengantongi 40 poin karena secara geologi kawasan Tambora sudah memenuhi syarat, tinggal bagaimana dukungan pemerintah daerah dan kesiapan masyarakatnya. Menjadikan Tambora sebagai geopark nasional ini lanjut Ridwan Syah, titik akhirnya ialah bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar kawasan. Dalam artian masyarakat miskin yang tinggal disekitar kawasan itu harus cepat keluar dari kemiskinannya.

“Karena jagung di sana berkembang, gula berkembang, kopi berkembang. Kita kembangkan melalui geopark, termasuk-termasuk peninggalan-peninggalan sejarah itu,” pungkasnya. (jun)