Antisipasi Banjir Susulan

Pemerintah Segera Lakukan Normalisasi Sungai dan Perbaiki Drainase

Dompu (Suara NTB) – Banjir bandang yang melanda Kota Dompu, Sabtu, 4 November 2017 lalu tidak lepas dari penyempitan sungai dan tersumbatnya beberapa saluran drainase oleh sampah. Pemerintah daerah (Pemda) Dompu mulai Rabu, 8 November 2017 ini akan lakukan normalisasi sungai Silo, Soa dan beberapa titik di sungai Laju. Saluran drainase juga akan diperlebar dan diperbaiki alirannya agar tidak membuat genangan air.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau drainase di Dompu.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin langsung turun meninjau titik tersumbatnya air sehingga ikut menyumbang terjadinya banjir bandang Sabtu lalu. H. Bambang ikut didampingi oleh beberapa pejabat terkait seperti Kepala Dinas PUPR, Ir A Muis, MSI, Plt Kepala Dinas LHK, H Al Bukhairum, MSI, Kepala Dinas Perhubungan, Ir Syafirudin, Plt Kepala Sat Pol PP Dompu, A Khalik, BA, pejabat dari BPBD Dompu dan jajaran di lingkup Pemda Dompu, Senin, 6 November 2017.

Kepada wartawan, H. Bambang mengungkapkan, mulai Rabu, 8 November 2017 ini pihaknya akan memulai kegiatan normalisasi sungai Silo, sungai Soa, dan beberapa titik di sungai Laju yang dulu sudah dinormalisasi dan saat ini sudah ada pulai kecil dari endapan – endapan lumpur.

Bahkan di daerah aliran sungai (DAS) Silo juga terjadi penyempitan akibat pembuangan sampah sembarang dan berkembangnya pohon bambu. Ketika banjir membawa potongan kayu akan tertahan dan menghalangi banjir, sehingga menyebabkan luapan air.

 

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau drainase di Dompu.

“Mudah – mudahan mulai Rabu nanti bisa konkrit hasilnya dan (menyebabkan) pengurangan limpahan air (ke perkampungan warga),” kata H. Bambang M. Yasin.

Daerah Sawete Bali 1 yang juga terkena dampak banjir dari genangan air saat hujan, Sabtu lalu, dikatakan H. Bambang, karena daerah setempat sebelumnya persawahan dan beralih menjadi daerah pemukiman.

Ditambah lagi dengan volume air yang cukup besar dari daerah hulu. Untuk mengantasinya akan diupayakan melalui pembuatan drainase dari simpang Sawete Bali 1 ke sungai Silo dan atau memperbesar gorong – gorong pemotong jalan negara. Namun konsekwensi ketika gorong – gorong diperbesar, proses pengurusan ijinnya cukup panjang dan kemana – mana.

“Kita akan mencoba mencari solusi yang baik. Ini antara kewenangan, seperti menggali gorong – gorong ini harus ijin kemana – mana. Mudah – mudahan kita bisa mencari solusi yang cepat tepat dengan mensinergikan semua potensi,” ungkap H. Bambang.

Terkait meluapnya air di jalan Lele Bali 1 depan pandopo Wakil Bupati akibat saluran drainase lebih tinggi dari jalan, H. Bambang langsung perintahkan kepada Kepala Dinas PUPR memperbesar saluran drainasenya dan Direktur PDAM merubah alur perpipaan pelanggan, sehingga saluran drainasenya lebih dalam dan lebar. Setelah saluran drainase diperbesar, badan jalan akan ditingkatkan. “Yang bisa dilakukan segera ini dengan perlebar drainase agar lebih banyak volume air yang ditampung,” kata Bupati.

Selain drainase di sekitar Sawete Bali 1, drainase dari simpang Kodim 1614/Dompu juga akan diupayakan melalui APBN. Sehingga daerah perkantoran yang ada di jalan Bhayankara (Polres), jalan Beringin (Kantor Bupati, PN dan sekitarnya) tidak digenangi air.

Sementara untuk kerusakan hutan dan upaya rehabilitasi melalui gerakan penanaman kembali pohon yang diwacanakan Bupati. Kepada wartawan, H. Bambang M. Yasin mengaku, sedang didesain di Dinas LHK Kabupaten Dompu polanya agar tidak melanggar ketentuan. Karena urusan kehutanan kini telah menjadi kewenangan Provinsi.

“Karena semua keputusan di Pemda itu berujung pada pembiayaan. Kalau kami membiayai sesuatu yang bukan kewenangan kami, itu salah. Kami lagi mencari klausul, mencari nomenklatur supaya masalahnya bisa tetap kami lakukan, tapi tidak melanggar aturan,” katanya. (ula/*)