Korban Banjir Dompu Terima Bantuan Mi Instan Kedaluwarsa

Dompu (Suara NTB) – Puluhan korban banjir di Lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada, Dompu mengaku menerima bantuan mi instan kedaluwarsa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bantuan yang tersalur satu jam setelah surutnya luapan air Sungai Silo itu lantas dibuang.

Beberapa warga dan anak-anak yang terlanjur mengkonsumsinya menderita gata-gatal.

Salah seorang warga Kota Baru, Halijah mengaku menerima 10 bungkus mi instan yang masa kedaluwarsanya tahun 2016. ‘’Bulan 8 (2017) dan ada masa berlakunya tahun 2016 bulan sembilan,’’ kata dia kepada Suara NTB disela membersihkan bekas luapan banjir, Senin, 6 November 2017.

Saat dimakan isinya tak ada aroma yang menunjukan mi tersebut kedaluwarsa. Namun setelah dikonsumsi bersama kuahnya baru diketahui mi itu sudah tak layak konsumsi. Terlebih baunya cukup menyengat.

Sementara, beberapa warga terutama anak-anak yang sudah terlanjur mengkonsumsi mengaku menderita gatal-gatal, bahkan sebagian diantaranya muntah-muntah.

Mengetahui hal tersebut warga terdampak banjir lantas membuang dan menginformasikan persoalan ini ke pihak BPBD. Akhirnya pada malam itu juga bantuan mi instan ditarik dan diganti dengan mi yang layak konsumsi.

Warga lainya, Yana juga mengatakan hal yang sama. Terlebih setelah menerima bantuan pengganti mi kedaluwarsa itu, ia sampai saat ini belum menerima bantuan lainnya. Sedangkan perabotan rumah tangga dan tempat tidurnya, semuanya hanyut dibawa banjir.

Untuk itu ia berharap pemerintah segera turun dan membantu masyarakat terdampak banjir tersebut. ‘’Terutama tempat tidur, ya mana-mana kerelaan dari pemerintah saja,’’ katanya.

Kabid Perdagangan Disperindag Dompu, H. Iskandar yang dikonfirmasi mengaku mengetahui adanya pemberian bantuan kedaluwarsa tersebut. Hanya saja bantuan ini cepat ditarik kembali sebelum sempat dikonsumsi masyarakat.

‘’Kesalahan itu di BPBD kalau saya perhatikan. Karena mereka tidak ngecek barang yang didistribusikan,’’ katanya.

Harusnya lanjut dia, petugas BPBD khususnya bagian gudang proaktif melihat kondisi stok barang yang tersimpan. Kalaupun memang tak ada bencana namun bantuan masih menumpuk dan mendekati masa kedaluwarsa sebaiknya barang tersebut disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan.

Sementara itu, Wan Muhtajul, ST dari BPBD Dompu, membantah adanya kesengajaan dalam mendistribusikan mi instan kedaluwarsa kepada warga korban banjir bandang, Sabtu, 4 November 2017 malam.

Hal itu terjadi karena faktor kelalaian semata dan tidak ada kesengajaan. Karena tidak mungkin pihaknya membagikan ketika sudah mengetahui barang tersebut kedaluwarsa.

‘’Itu murni human error, tidak ada kesengajaan. Ketika mendapat kabar mi yang kita salurkan kedaluwarsa, kita langsung tarik dan gantikan dengan yang baru,’’ katanya.

Jumlah mi instan yang kedaluwarsa sekitar 20 dus dan berhasil dikumpulkan kecuali 2 dus. Pihaknya sudah berusaha menarik semua mi kedaluwarsa, tapi tidak ditemukan. Kendati demikian, pihaknya terus memantau jangan sampai ada warga yang keracunan.

Ia juga mengungkapkan, hasil pendataan pihaknya akibat banjir bandang Sabtu lalu, tidak ada kerusakan terhadap rumah warga maupun fasilitas umum. Banjir tersebut hanya merendam pemukiman warga, sehingga banyak lumpur yang memenuhi perumahan dan pemukiman.

‘’Banjir kemarin karena sungai yang sempit, ditambah lagi dengan sampah yang tertahan di Jembatan Karijawa menyebabkan air banjir meluap ke pemukiman warga. Untuk mengetahui secara pasti kerusakan, sekarang kita sedang lakukan pendataan,’’ terangnya. (jun/ula)