Wisuda 127 Mahasiswa, Bupati Apresiasi Peran Yapis Membantu Ekonomi Dompu

Dompu (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu kembali mewisuda 127 orang mahasiswa angkatan V tahun 2017. Peran Yapis yang berhasil menghadirkan perguruan tinggi swasta (PTS) yang tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi di daerah lain diapresiasi Bupati dan telah ikut mendukung pemerintah dalam menumbuh kembangkan ekonomi di daerah.

Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin saat menyampaikan pidato pada acara wisuda STKIP Yapis Dompu.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya pada rapat terbuka senat dalam rangka wisuda mahasiswa STKIP Yapis Dompu angkatan V tahun 2017 di gedung Paruga Samakai Dompu, Senin (30/10) kemarin, mengungkapkan apresiasinya kepada Yapis Dompu yang telah menghadirkan PTS yang berkualitas bagi warga Dompu. Sehingga warga berkesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikannya dalam daerah dan menahan perputaran uang tetap berada di Dompu. Karena setiap mahasiswa akan mengeluarkan uang untuk biaya kuliah dan pembayaran SPP tiap semester, belum lagi uang harian yang harus dikeluarkan mahasiswa dan itu tidak sedikit. “Keberadaan STIE dan STKIP Yapis paling tidak telah membantu pemerintah daerah membuat uang tetap ada di Dompu. Dari uang itu, kita bisa membangun pertumbuhan ekonomi di Dompu,” katanya.

Namun H. Bambang mengingatkan, jangan karena mahasiswanya orang Dompu dan dosennya orang Dompu, otaknya pun tentang Dompu. Perkembangan dunia dan teknologi hendaknya dimanfaatkan secara maksimal serta positif bagi kemajuan serta pengembangan diri serta wawasan.

“Sekali – sekali ambil jalan – jalan ke Mataram, ke Jogja, ke Makassar untuk belajar di sekeliling kita dan sekitar kita. Dari itu, kita bisa mengambil perbandingan dan membaca peluang untuk pengembangan diri,” harap H. Bambang.

Ia juga mengingatkan kepada mahawasiswa yang diwisuda, bahwa seorang sarjana dan bukan sarjana harus ada perbedaan yang signifikan dari sikap, perbuatan dan kata – kata. Status sarjana akan diakui oleh siapapun dari apa yang dikatakan dan dilakukan.

“Dalam kehidupan sehari – hari, kita sering dengar (kata) kurang ajar. Kata – kata itu maknanya, orang ini kurang diberi tahu, murang diasuh, kurang diajari. Kalau kita yang sarjana berarti kita gagal. Status anda akan membedakan dengan yg lainnya,” pesannya.

Bambang juga mengingatkan, untuk tetap banyak belajar, banyak membaca. Tidak hanya buku, tapi juga jurnal, hingga alam. Membaca juga termasuk peluang hidup dan usaha. Di Dompu saat ini pertumbuhan ekonominya bagus, banyak berdiri toko dan beralihnya rumah ke rumah toko (ruko), hal ini menjukan banyak peluang usaha.

“Saya minta kepada mahasiswa yang diwisuda hari ini. Kita tinggalkan kebiasaan bahwa tidak menjadi pegawai tidak bekerja. Yang bisa membeli mobil itu bukan pegawai, tapi itu pedagang, petani, dan pengusaha. Kita harus menciptakan pekerjaan sendiri, membuka lapangan kerja bagi orang lain,” jelasnya.

Selain itu, H. Bambang juga mengungkapkan, di tahun 2017 ini ada 10 orang pegawai  Pemda mengajukan pensiun muda. Mereka ingin fokus di usahanya sebagai pedagang, berladang, dan bertambak. Ini karena dunia terus berubah dan kalau tidak ikuti, akan ketinggalan oleh zaman.

Ketua STKIP Yapis Dompu, Drs M Gunawan, M.Pd dalam laporannya, menyampaikan, eksistensi STKIP Yapis Dompu secara legalitas tidak diragukan dan ditandai dengan ijin dari Mendiknas RI tahun 2009 untuk program study pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan pendidikan Sejarah. Tahun 2011 kemudian keluar ijin lagi untuk program study pendidikan bahasa Inggris, PGSD, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, dan pendidikan Tekhnologi Informasi.

Dikatakan Gunawan, yang mendaftar untuk mengikuti skripsi ada 130 orang di tahun 2016/2017, tetapi yang berhasil lulus sebanyak 127 orang mahasiswa dan telah diyudisium. Mereka ini berada di program study (Prodi) pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 31 sarjana, prodi pendidikan Sejarah sebanyak 20 sarjana, prodi pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 7 sarjana, prodi pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 27 sarjana, prodi pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi sebanyak 15 sarjana, dan prodi pendidikan tekhnologi Informasi sebanyak 27 sarjana.

Pada rapat senat terbuka ini dihadiri oleh I Wayan Sudarma, S.Sos, M.Ap yang mewakili Koordinator Kopertis wilayah 8 Bali Nusa Tenggara. Sementara orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Edi, S.S., M.M.Pd., M.Pd. BI tentang wujudkan lulusan yang berintegritas, reigius, dan berdaya saing global. (ula/*)