Diskop UKM Dompu Gelar Diklat Kewirausahaan bagi KUKM

Dompu (Suara NTB) – Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu menggelar diklat kewirausahaan bagi komunitas usaha kecim menengah (KUKM) di Dompu. Tidak hanya kewirausahaan yang dilatih, tapi juga soal kelayakan usaha, pengelolaan usaha hingga legalitas usaha juga diberikan kepada 25 orang pelaku.

Kepala Bidang Pembinaan UKM Dinas Koperasi UKM Dompu, Ir. Hj. Serim, M.Si.

Diklat yang dibuka sejak Senin, 23 Oktober 2017 oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. A. Gani ini akan berakhir, Kamis, 26 Oktober 2017 hari ini di aula kantor Dinas Koperasi UKM Dompu.

Pada hari pertama diklat dengan narasumber, H. A. Gani memaparkan soal kebijakan Dinas Koperasi UKM terkait pemberdayaan dan pembinaan koperasi dan UKM, serta kebijakan pengembangan kewirausahaan.

Hari kedua pelaksanaan diklat dengan pemateri, Ir Alwi memaparkan soal kewirausahaan yang terkait sikap dan karakteristik wirausaha, nilai wirausaha, kemitraan, dan kiat – kiat pengembangan jenis – jenis kewirausahaan.

Sementara pada hari ketiga, Rabu, 25 Oktober 2017, pemateri diisi oleh Drs. H. Juliansyah tentang analisa studi kelayakan usaha. Hal ini terkait cara memilih jenis usaha yang menguntungkan, analisa kelayakan produk dan usaha, serta analisa sumber daya manusia.

Baca juga:  Program "Yes I Do" Tingkatkan Kapasitas UMKM di Lombok Barat

Kepala Bidang Pembinaan UKM Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Ir. Hj. Serim, M.Si kepada Suara NTB mengungkapkan, pelaku usaha yang diundang dalam diklat kewirausahaan adalah mereka yang selama ini sudah menggeluti usaha madu, susu kuda liar, kue kering dan kue basah, catering, jamu, olahan jagung, aneka kue hasil olahan jagung, roti, gula merah dari tebu Tambora, pembuatan tepung dari jagung/kacang hijau/gadum/kedelai.

“Jumlahnya ada 25 orang peserta yang kita beri diklat kewirausahaan sejak Senin kemarin hingga Kamis depan, selama 4 hari,” jelas Serim.

Ia mengungkapkan, diklat ini diberikan untuk mendambah wawasan dan kemampuan bagi pelaku UKM di Dompu dalam mengembangkan usahanya. Sehingga apa yang diusahakan selama ini bisa langsung dipraktekan dan dibuatkan terobosan untuk kemajuan usaha.

“Kalau usaha tanpa ada terobosan dan inovasi, maka usaha itu akan ditinggalkan pelanggan,” katanya.

Pada diklat kewirausahaan ini, pelaku usaha bisa langsung dicarikan solusi atas persoalan usaha yang dihadapi. Terutama soal legalitas usaha dan produk usaha, termasuk untuk mendapatkan dukungan permodalan. Baik melalui pinjaman bank, maupun dukungan permodalan dari pemerintah pusat. Tentunya dengan penyiapan dokumen dan analisis usahanya.

Baca juga:  Program "Yes I Do" Tingkatkan Kapasitas UMKM di Lombok Barat

Hj. Serim juga mengakui, saat ini banyak tumbuh usaha dan industri kecil menengah di daerah. Hal ini tidak lepas dari semakin sadarnya warga dalam melihat peluang usaha, serta tumbuh kembangnya generasi mudala dalam menciptakan kreatifitas usaha dan produk usaha.

“Ini yang harus terus didukung dan dilakukan pendampingan agar berkembang. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. A. Gani mengungkapkan, selama ini masih ada kesan pelaku usaha di kampung sering ikut – ikutan dalam memilih usaha dan produk usaha.

Ketika satu produk berhasil diusahakan, maka akan banyak warga lain yang mengikuti. Masih sangat terbatas menampilkan kreativitas sendiri berdasarkan peluang usaha yang ada. “Ini harus diperhatikan, selain soal penampilan dan letak usaha,” katanya. (ula/*)