Salurkan Bantuan Alat, Diskop UKM Minta Dioptimalkan Untuk Peningkatan Produksi

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 21 kelompok usaha kecil menengah (UKM) di Dompu mendapat bantuan alat produksi dari Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB yang didistribusikan melalui Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu. Kelompok penerima bantuan diharuskan menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak agar tidak dipindah tangankan alatnya, tapi dimanfaatkan untuk peningkatan produksi.

 

Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs H. A. Gani kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 18 Oktober 2017, mengungkapkan, bantuan berupa alat tenun dan alat pengolahan berbahan dasar ikan yang diserahkan kepada kelompok UKM ini merupakan bantuan dari Dinas Koperasi UKM Provinsi yang diserahkan melalui Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu.

 

Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Bimtek tenun dan bimtek pengolahan berbahan dasar ikan yang diselenggaran beberapa waktu lalu. “Ketika mereka menerima alat, mereka sudah bisa memanfaatkan karena sudah diawali dengan bimbingan tekhnis beberapa waktu lalu,” katanya.

 

Kelompok penerima, lanjut H. A. Gani, merupakan kelompok yang mengajukan proposal bantuan tahun 2016 lalu ke Provinsi. Mereka juga sudah dilihat usahanya dan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha yang dijalankan selama ini.

Baca juga:  Program "Yes I Do" Tingkatkan Kapasitas UMKM di Lombok Barat

 

“Kita berharap, bantuan yang kita sampaikan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Hasilnya bukan dikembalikan ke Dinas, tapi untuk mereka sendiri,” jelasnya.

 

Ia pun mengakui, ada kesan bahwa setiap bantuan tidak akan bertahan lama pada penerima. Bantuan alat cenderung tidak optimal, bahkan sering dipindahtangankan dengan dijual.

 

Menghindari praktik seperti ini, Diskop UKM membuat surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak yang ditandatangani oleh penerima bantuan. Isinya, tidak dipindah tangankan tapi dioptimalkan untuk peningkatan produktivitas usahanya.

 

“Kita juga tidak lepas tangan setelah menyerahkan bantuan, tapi kita akan tetap lakukan pembinaan,” ungkapnya.

 

Kepala bidang pembinaan UKM Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Ir. Hj. Serim, M.Si menambahkan, ada sekitar 30 kelompok tenun dan sekitar 40 kelompok pengolahan berbahan dasar ikan di Dompu. Namun yang menerima bantuan alat produksi, sebanyak 15 kelompok tenun dan 6 kelompok pengolahan berbahan dasar ikan.

 

“Kelompok penerima bantuan ini sebelumnya mengajukan proposal tahun 2016 lalu,” kata Hj. Serim.

 

Bantuan alat tenun maupun alat pengolahan berbahan dasar ikan yang diberikan ini bisa langsung dimanfaatkan. Sehingga diharapkan, bantuan ini dapat meningkatkan produktifitas usaha yang sudah dijalani selama ini.

Baca juga:  Program "Yes I Do" Tingkatkan Kapasitas UMKM di Lombok Barat

 

“Hasil produksinya kita berharap bisa juga dipromosikan di rumah promosi Dusun Saka Desa Manggeasi. Makanya kita terus lakukan pembinaan terhadap kelompok – kelompok UKM ini,” terangnya.

 

Kelompok tenun penerima bantuan ini berasal dari Desa Madaprama, Lepadi, Manggeasi dan Saneo. Kelompok ini sudah lama aktif, tapi mengharapkan bantuan alat untuk peningkatan produktifitasnya. Selain di daerah – daerah, pengrajin tenun di Dompu juga tersebar di Desa Ranggo dan Desa Wawonduru.

 

Hj. Serim juga mengaku, pihaknya terus melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pelaku UKM di Dompu. Beberapa kegiatan juga didorong untuk meningkatkan produktifitas dan kemampuan manajemen usahanya. Kegiatan ini terkoneksi dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi maupun di Kementrian. Beberapa kali kegiatan yang diselenggarakan pemerintah Provinsi langsung dipusatkan di Dompu.

 

“Karena jumlahnya yang terbatas sesuai ketersediaan anggaran, kita juga melakukan kunjungan ke pelaku UKM untuk pembinaan,” katanya. (ula/*)