Diskop UKM Gelar Bimtek Kerajinan Tenun dan Pengolahan Bahan Ikan di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu penggerak dan penguat ekonomi bangsa Indonesia karena bergerak di sektor ril yang melibatkan banyak warga tingkat bawah. UKM juga kini sudah banyak tumbuh subur di tengah masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja. Namun pertumbuhannya harus dikawal agar bisa tumbuh kembang dan menjadi daya tahan kemajuan ekonomi bangsa.

Untuk menjaga konsistensi kemajuan UKM juga harus diikuti dengan pendampingan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta akses pasar yang terbuka. Hal inilah yang terus dilakukan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu bekerjasama Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB dengan menggelar kegiatan bimbingan tekhnis (Bimtek) kerajinan tenun dan Bimtek pengolahan makanan berbahan dasar ikan di Kabupaten Dompu awal pekan lalu.

Pelatihan yang melibatkan masing – masing 30 orang pengrajin ini dilangsungkan di 2 tempat yaitu gedung Dharma Wanita dan aula kantor Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu. Namun kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. A. Gani di gedung Dharma Wanita Dompu, Senin (22/8) lalu.

“IKM dan UKM kini menjadi penggerak ekonomi bangsa, begitu juga dengan di daerah termasuk di Kabupaten Dompu. Karena UKM dan IKM sangat ril,” ungkap H. A. Gani saat pembukaan.

Baca juga:  Ekspor Tuna NTB Meningkat Tajam

Keberadaan UKM dan IKM yang cukup strateg dalam menjaga serta memajukan ekonomi ini, pemerintah terus memberikan perhatian. Pelatihan dan pendampingan terhadap UKM akan terus dilakukan, termasuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas bagi pelaku UKM. Namun maju tidaknya sebuah usaha akan sangat bergantung dari kesungguhan pelakunya. “Ia akan mengelolanya dengan baik, menjaga kualitas produk termasuk kebersihan dan kerapian produk,” katanya.

Produk usaha, lanjut H. A. Gani, akan memiliki daya tarik pertama dilihat dari kemasan atau tampilan, diikuti dengan rasa dan harga. Penataan tempat usaha juga sangat menentukan sebuah produk laku terjual.

“Usaha kita di Dompu ini masih dipengaruhi oleh lingkungan. Ketika satu jual ayam bakar, yang lain pada ikut seperti di Simpasai. Syukurnya, dagangan ini semuanya terjual semua. Tapi bila divariasikan, maka akan banyak pilihan bagi pembeli,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, Kabupaten Dompu merupakan salah satu daerah penghasil ikan. Berbagai jenis ikan tangkap ada di Dompu dan itu menjadi bahan dasar untuk pengolahan bahan makanan dari bahan dasar ikan. Seperti abon, keripik dan lainnya.

Kalau belum diolah, ikan ini akan murah dijual dan mudah rusak. Tapi ketika diolah dengan baik dengan berbagai jenis hasil ikutannya, maka bisa dijual dengan harga yang cukup mahal. “Ini yang belum maksimal dikelola selama ini,” terangnya.

Baca juga:  Ekspor Tuna NTB Meningkat Tajam

Untuk bisa memajukan usaha ini, pelaku UKM harus memiliki mitra dan jejaring usaha yang berfungsi memasarkan produk. Membangun jejaring saat ini sangat mudah dengan kemajuan tekhnologi informasi.

Apalagi Dompu yang saat ini dikenal dengan kemajuan jagungnya hingga tingkat nasional akan menjadi perhatian dan kunjungan banyak orang. “Tapi harus miliki stok supaya bisa tetap terjaga jejaringnya. Karena sering terjadi, ketika permintaan banyak, stoknya justru tidak ada,” ungkapnya.

Hj. Rauhun, ST, dari bidang pemberdayaan UKM Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB pada kesempatan yang sama, mengatakan, produk UKM saat ini bisa masuk ke retail modern, tapi dengan syarat kemasannya yang bagus, produknya harus memiliki identitas. Mulai dari merek, nomor PIRT dan memiliki label halal. “Dari 200 PIRT yang diratgetkan tahun ini, di pulau Sumbawa sudah ada 100 PIRT,” katanya.

Pelatihan untuk mendapatkan nomor PIRT yang dilakukan beberapa waktu lalu juga dalam waktu dekat akan diberikan bantuan peralatan pendukung dan lainnya. “Kita sangat berharap tumbuh kembangnya produk – produk UKM dan akan menjadi ciri khas dari sebuah daerah,” katanya. (ula/*)