Merusak Tumbuhan Asli Tambora, Pendaki akan Masuk Daftar Hitam

Dompu (Suara NTB) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Tambora (TNT) Kabupaten Dompu, Deni Rahadi menegaskan tidak mentolerir pendaki yang berupaya mengeluarkan tumbuhan asli Tambora, apakah itu tumbuhan biasa atau bunga edelweis.

Bahkan pendaki yang melanggar ini terancam dimasukan dalam daftar hitam pendaki, sehingga mereka tidak lagi bisa melakukan aktivitas pendakian dimana pun.

“Kita di taman nasional sudah membangun link, jadi akan dimasukan ke dalam daftar blacklist pendaki. Dia mau masuk ke tempat manapun tidak akan diizinkan,” katanya kepada Suara NTB saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Termasuk yang akan mendapat sanksi ini ialah para pendaki yang tidak mematuhi prosedur pihaknya, seperti tidak memanfaatkan jasa porter selama pendakian. Ketika terjadi insiden yang tidak diinginkan TNT tentu akan lepas tanggung jawab.

Sikap itu diambil guna tidak terulangnya isiden tersesatnya pendaki di tengah hutan sebagaimana yang ramai diperbincangan beberapa waktu lalu.

“Contoh beberapa waktu lalu ramai dibicarakan di media sosial, informasinya dia hilang sekitar

kawah, ternyata itu tersesat karena yang bersangkutan tidak mau didampingi oleh porter. Tersesatnya pun di pos dua bukan di puncak, dia sampai menginap di bawah air terjun dengan kondisi kehabisan bekal,” ungkapnya.

Untuk memastikan tumbuhan asli Tambora tidak dibawa keluar para pendaki, TNT telah memperketat pemeriksaan di pintu masuk jalur pendakian. Mulai dari detail sampah barang bawaan, alat pendakian, tumbuhan dan sebagainya.

Dan upaya ini terkoneksi dengan seluruh petugas di masing-masing pintu masuk pendakian, sehingga pendaki tidak bisa mengelak atas pelanggaran yang dilakukan. “Jadi data pengunjung yang naik lewat Kawinda Toi turun di Pancasila akan dicek sampah barangnya, sesuai yang diinput petugas di Kawinda Toi,” ujarnya.

Deni Rahadi menambahkan, jumlah porter yang akan menemani pendaki diharuskan lebih satu dari total jumlah yang dibutuhkan, satu orang tersebut nantinya akan bertanggung jawab penuh terhadap sampah yang dibawah pengunjung.Kalau pun porter tersebut tidak menjalankan kewajibannya maka bisa dimasukkan daftar hitam. (jun)