DKP Terus Dampingi Kelompok Kawasan Mandiri Pangan di Manggelewa

Dompu (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Dompu terus melanjutkan program pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok kawasan mandiri pangan di Kecamatan Manggelewa. Kelompok yang dibentuk sejak 2015 lalu ini memasuki tahun ketiga untuk tahap pengolahan hasil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs. Burhanuddin melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ir. M. Makmun, M.Si kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 12 Juli 2017, mengungkapkan, tahun ketiga program pendampingan bagi kelompok mandiri pangan di Kecamatan Manggelewa memasuki tahap pengolahan hasil. Karena tahun kedua lalu, kelompok ini difokuskan pada kelompok budidaya.

“Untuk kelompok pengolahan hasil, ada anggaran bantuan Rp 100 juta,” katanya.

Anggaran Rp 100 juta ini akan diperuntukan bagi pembelian bahan olehan dan alat pengolahan di 2 kelompok mandiri pangan. Yaitu kelompok Bina Bersama di Desa Nusa Jaya dan kelompok Sumber Usaha Desa Kampasi Meci. Bina Bersama akan melakukan pengolahan untuk marning jagung dan telur asin. Sementara Sumber Usaha mengolah emping dan kerupuk jagung.

“Dana Rp 100 juta ini akan digunakan untuk membeli bahan dan alat untuk kelompok,” jelasnya.

Makmun mengaku, pihaknya baru melakukan pendampingan kepada kelompok terkait proses pencairan dana dan bisa dipertanggungjawabkan. Sebelum dicairkan, masing – masing kelompok harus dimusyawarahkan sesuai tahapan kegiatan. “Kita berharap ini dapat memberi dampak yang luas dan bisa mengembangkan usahanya di masa akan datang,” katanya.

Selain kelompok pengolahan, Makmun yang didampingi kepala teknis lapangan Kabupaten, Ir M Arif ini mengaku, juga melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok budidaya. Namun bantuan untuk kelompok budidaya dilakukan tahun 2016 lalu dengan total anggaran Rp 100 juta. Dua kelompok budidaya yang mendapatkan pendampingan dan pendanaan tahun 2016 lalu yaitu kelompok Harapan Maju Desa Banggo mengembangkan itik, kelompok Maju Serentak Desa Lanci Jaya mengembangkan jagung.

“Hasil budidaya kelompok inilah yang akan dibeli oleh kelompok pengolahan yang kita bantu tahun ini. Tapi kalau tidak cukup, bisa diambil dari pihak lain,” terangnya.

Pada tahun keempat 2018 mendatang, lanjut Ir. M. Makmun, sebagai rangkaian dari kelompok kawasan mandiri pangan akan juga akan melakukan pendampingan untuk kelompok pemasaran. Kelompok pemasaran ini di Desa Doromelo pada kelompok Kejar Mandiri. Ditunjuknya kelompok ini karena berada di sentra perekonomian di Manggelewa dan dekat dengan pasar Soriutu.

Masing – masing kelompok ini telah dipersiapkan dan dilatih sejak 2015 lalu. Karena tahun pertama ditargetkan pada penyiapan SDM dan administrasinya. Tapi bukan berarti pada tahap budidaya, pengolahan dan pamasaran tidak didampingi. “Kita tetap lakukan pendampingan,” jelasnya. (ula/*)