Catatan Penas Petani Nelayan ke-XV di Aceh

Tinggal di Pemukiman Warga, Jus Jagung Dompu Jadi Rebutan

Banda Aceh (Suara NTB) – Kabupaten Dompu tidak hanya tenar dalam ingatan Presiden Joko Widodo, sehingga beberapa kali nama Dompu disebut dalam pidatonya saat pembukaan Penas petani nelayan ke XV di Aceh. Stand Kabupaten Dompu juga paling ramai dikunjungi. Layanan yang menyajikan jus jagung gratis menjadikan Dompu cukup familiar.

Lilik Maswari bersama Erma saat melayani pembagian jus jagung ditemu usaha agribisnis dan pasar lelang jagung di gedung LAN arena Penas petani nelayan ke XV Aceh saat Bupati menjadi pembicara.

Bahkan jus jagung juga disajikan kontingen Penas Dompu saat Drs. H. Bambang M. Yasin menjadi pembicara di temu usaha agribisnis dan pasar lelang jagung di gedung LAN arena Penas petani nelayan ke XV Aceh, Minggu, 7 Mei 2017. Bahkan Wakil Bupati Sumbawa yang ikut menjadi pembicara bersama Bupati Dompu menambah jus jagungnya.

Ir. Lilik Maswari, pembuat jus jagung yang didampingi Erna, peserta Penas mengaku, cukup bangga karena jus jagung Dompu dinikmati para pengunjung. Sehingga dua buku daftar pengunjung stand Dompu langsung penuh di hari pertama. “Kita bagikan gratis sebagai sosialisasi,” kata Lilik Maswari.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin pun ikut tersanjung dengan jus jagung di arena Penas. Ia pun kembali mendorong agar jus jagung segera dipatenkan, sehingga tidak ditiru pihak lain. Bahkan dalam waktu dekat, ada rekan pengusahanya yang akan membantu memfasilitasi agar jus jagung bisa bertahan lama dan dipasarkan secara luas. “Ada teman saya yang akan bantu supaya bisa diperjualbelikan,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ir. H. Fakhrurrazi mengaku tidak percuma pihaknya hadir lebih awal di arena Penas untuk mempersiapkan stand. Apalagi stand ini berdampingan dengan stand Kementerian Pertanian RI di dekat pintu utama masuk arena stand Penas. Sehingga ramai dikunjungi dan melihat produk yang ditampilkan serta informasi yang disajikan. “Tugas kita depan, bagaimana meningkatkan kualitas dan volume produksi jagung serta komoditi pertanian lainnya,” katanya.

Berbaur Bersama Warga
Penas petani nelayan tidak hanya menjadi tempat bertemunya para petani dan nelayan untuk berbagi informasi serta teknologi, tapi juga menjadi moment mengenalkan ke-Indonesia-an. Sehingga para peserta disambut dan bermukim di pemukiman warga terdekat. Bisa saling mengenal budaya dan adat istiadat masing – masing daerah.

Kontingen Dompu bersama kontingen Kabupaten/Kota lain di Provinsi NTB diterima dan tinggal bersama warga di Gampong (Desa) Lambheu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu bersama jajarannya yang ikut mendampigi petani juga ikut berbaur bersama warga setempat. Dengan tempat seadanya, warga menerima cukup ramah kontingen.

Mereka pun memperkenalkan daerahnya serta potensi yang dimiliki seperti kopi dan kisah – kisah saat bencana Tsunami. Tidak hanya itu, mereka pun mengisahkan soal Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum kesepakatan Hilsinki. “Kalau dulu, suara senjata dan ledakan tiap saat terdengar. Tapi kini sudah aman,” kata Jun, warga Aceh tempat kontingen Dompu menginap. (ula/*)