Banjir Hambat Perbaikan Bendungan PDAM Dompu

Dompu (Suara NTB) – PDAM Dompu belum berhasil memperbaiki bendungan Kamudi untuk mendapatkan pasokan air bersih bagi pengolahan air Selaparang Desa Matua. Intensitas banjir yang masih terjadi menjadi penyebab lambannya perbaikan bendungan. Warga Kecamatan Woja yang disuplai air bersihnya dari pengolahan air PDAM Selaparang dalam beberapa pekan kedepan belum bisa menikmati air bersih.

Plt Dirut PDAM Dompu, Agus Supandi, SE kepada Suara NTB mengatakan, perbaikan bendung Kamudi sebagai sumber air baku untuk pengolahan Selaparang akan diperbaiki dengan pemasangan bronjong. Bendung yang jebol diterjang banjir akan dibendung dengan bronjong, sehingga airnya bisa naik dan masuk ke saluran penghantar air baku ke pengolahan. “Bronjong dan peralatannya kita minta bantuan ke PT Nindya Karya yang sedang membangun bendungan Rababaka Komplek,” katanya.

Baca juga:  Hujan Sehari, RKB SDN 4 Gumantar Tergenang

Untuk membuat bendungan sementara dari bronjong, kata Agus, setelah dihitung pihaknya bersama tekhnisi dibutuhkan sekitar 150 kubik volume batu dan bronjongnya. Langkah ini sebagai antisipasi untuk mempercepat air mengalir ke pengolahan sehingga bisa diproses dan dibagikan ke pelanggan. “Tapi sampai kemarin, alat berat belum bisa masuk karena banjir terus,” kata Agus.

Karena pemasangan bronjong bendung belum

bisa dilakukan, kata Agus, pihaknya hanya bisa melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran penghantar sebelum ke pipa penghantar air baku. “Karena salurannya sudah dipenuhi lumpur, kemarin tenaga dari kantor gotong royong bersihkan lumpur di saluran,” ungkapnya.

Selama air belum mengalir, Agus mengaku, pihaknya akan membantu pelanggan dengan suplai air pakai mobil tanki yang diambil dari Rora. Tentu tidak akan maksimal dan menjangkau semua pelanggan. “Hanya ini yang bisa kita lakukan, karena ini bencana alam,” terangnya.

Baca juga:  Krusial, Penyiapan Infrastruktur Dasar Air Bersih di Kawasan Samota

Pengolahan air baku PDAM di Selaparang yang diambil dari bendung Kamudi Desa Rababaka ini menyuplai air bersih bagi warga di Kecamatan Woja. Diantaranya di Kandai Dua, Montabaru, Wawonduru, Matua, Rababaka, Bakajaya dan warga Desa Nowa dengan jumlah pelanggan sekitar 2 ribu lebih.

Selain bendung Kamudi yang jebol, bendung Rababaka juga jebol akibat banjir bandang, Selasa, 18 April 2017 lalu dan hingga saat ini belum bisa mengalirkan air untuk irigasi pada sawah seluas 1.805 ha. Upaya mengalirkan air secara langsung dari sungai ke saluran irigasi sedang dilakukan kontraktor pelaksana proyek Rababaka dan dalam beberapa hari kedepan diperkirakan airnya sudah mulai mengalir. (ula)