Retail Modern Dilarang Buka di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin menegaskan tidak akan memberikan izin prinsip bagi beroperasinya retail modern di Kabupaten Dompu. Bupati menilai operasional retail modern akan mengancam keberadaan UKM di tengah kondisi ekonomi Dompu yang sedang berkembang baik.

“Kemudian, berapa banyak pun gerai yang dibuka di Dompu, yang punya tetap satu. Tapi kalau ada seribu kios yang dibuka di Dompu, yang punya itu seribu orang Dompu,” tegas Bupati Dompu kepada wartawan di depan gedung Pemuda KNPI Dompu, Rabu, 29 Maret 2017.

H Bambang juga mengaku, tetap mengamati keberadaan gerai modern di beberapa daerah. Bahkan dirinya sering berbelanja dan nongkrong di gerainya. “Dan yang menjadi ikut perhatian kami, karena isi toko retail tersebut sama juga dengan isi toko yang ada di Dompu sekarang ini. Kalau yang dia jual berbeda dengan yang dijual (toko) sekarang, tidak perlu berpikir lama lah (untuk keluarkan izinnya),” ungkapnya.

Hal inilah yang membuat H Bambang mengaku, sangat hati – hati menyikapi permohonan izin prinsip tersebut.. Karena Dompu ini sedang tumbuh ekonominya dengan bagus dan itu ditunjang oleh pengusaha – pengusaha yang ada saat ini. Banyak pengusaha muda juga mulai berjualan di pinggir jalan.

Bupati pun mengaku, tidak persoalankan manajemen dan penghubung retail modern tersebut. “Kalau mau menunggu, tunggu saja. Kalau tidak mau menunggu, narik diri saja. Apa ruginya buat dia?” katanya.

Namun H Bambang justru mempertanyakan ancaman pihak retail modern soal gerakan ekstra parlemen terkait pengajuan izin prinsip retail medern di Dompu. Jika alasan karena telah merekrut karyawan, justru dipertanyakannya. “Apa itu manajemen profesional? Izin belum punya, belum ada ini itu, terus kami yang mau disalahkan. Yang benar sajalah,” ungkap H Bambang. (ula)