Begini Cara Kodim 1614/Dompu Lindungi Petani dari Ancaman Kerugian

Dompu (Suara NTB) – Rapat koordinasi (rakor) yang digelar Kodim 1614/Dompu bersama pihak Distanbun, Bulog, Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan mitra gabah terkait alat timbang menghasilkan beberapa kesepakatan. Dalam rapat tersebut disepakati semua pihak akan melakukan uji kelayakan alat timbangan, bahkan rencananya alat ini akan diberikan label khusus untuk bisa diizinkan beroperasi.

Komadan Kodim, Letkol CZI Arief Hadiyanto, S.IP mengatakan, langkah ini merupakan upaya menekan terjadinya kerugian petani jelang panen raya dalam waktu dekat. Sebab informasinya banyak oknum tengkulak yang berusaha memainkan berat timbangan demi keuntungan usahanya, baik itu timbangan manual maupun digital.

“Semua alat timbangan harus melalui uji atau di kalibrasi, bila perlu diberikan stempel khusus untuk bisa mengambil hasil pertanian masyarakat. Karena kasian petani kita kalau dalam satu karung padi saja tengkulak mengambil keuntungan sampai 5 kg beras,” ungkapnya kepada wartawan usai rapat di Makodim, Rabu, 29 Maret 2017.

Baca juga:  Terkait Polemik Nama Bandara, Danrem Beri Peringatan

Dalam rangka menjaga kestabilan pangan di NTB ini, Arief Hadiyanto juga meminta instansi terkait seperti halnya Diskoperindag khususnya bidang pengawasan segera menunjukkan langkah pencegahan. Baik dengan melakukan penertiban alat timbangan maupun unsur-unsur lain yang memungkinkan petani mengalami kerugian.

Selain itu lanjut dia, terhadap para penyuluh Distanbun agar segera melakukan sosialisasi permasalahan ini pada petani guna adanya kesamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat. “Minta tolong untuk penyuluh segera dinformasikan petani agar jangan menimbang padinya pada tengkulak yang tidak jelas alat atau yang tidak memiliki label,” harapnya.

Kedepan tambah Arif, pihaknya akan lebih intensif terjun lapangan untuk memantau langsung aktivitas penjualan gabah pertanian masyarakat. Jika terdapat timbangan yang belum melalui kalibrasi pihak terkait, ia tak segan-segan menyita dan meproses oknum-oknum tengkulak tersebut. Karena memang jelas ada unsur kesengajaan yang dilakukan untuk merugikan salah satu pihak dalam kasus ini.

Baca juga:  Nurul Persembahkan Tiga Emas untuk Indonesia

“Langsung saya sita, nanti saya yang akan bertanggung jawab. Mau mereka marah, mau mereka apa silahkan. Yang penting itu sudah melanggar aturan karena tidak sesuai kalibrasinya,” tegasnya.

Kepala Gudang Bulog Kabupaten Dompu, Lalu Adi Saputra yang dikonfirmasi rencana Kodim mengkalibrasi alat timbangan mengatakan, terobosan tersebut patut diapresiasi dan mesti mendapat dukungan semua pihak. Sebab kalau tidak segera disikapi persoalan ini maka para tengkulak akan dengan leluasa mematok harga hasil pertanian. Terlebih melancarkan aksi jahatnya seperti memainkan berat timbangan.

“Sejauh ini memang masih lancar, kita juga punya tim satgas yang bergrak ke lapangan untuk memantau permainan-permainan harga ini. Dan saat ini harga masih tetap sesuai standar HPP Rp 3.700 rupiah/Kg,” pungkasnya. (jun/*)