Kasus Perceraian di Dompu Meningkat

Dompu (Suara NTB) – Kasus perceraian di Kabupaten Dompu mengalami peningkatan cukup drastis dan sebagian besar dipicu faktor ekonomi serta perselingkuhan. Hingga 13 Desember 2016, ada 1.049 perkara dan 830 perkara perceraian yang dipicu oleh faktor ekonomi keluarga dan perselingkuhan.

Bila dibandingkan tahun 2015 lalu, jumlah kasusnya hanya 108 perkara perceraian dan sebagian pesar pemicunya karena perselingkuhan. “Kasus perceraian saat ini didominasi masalah ekonomi, seperti malas mencari nafkah, tidak mau bekerja, judi, miras dan beberapa di antaranya main perempuan,” kata Panitera Pengadilan Agama Dompu, Suharto, S.Ag kepada Suara NTB saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 14 Desember 2016.

Suharto menyebutkan, jenis perkara yang paling mendominasi saat ini ialah cerai gugat. Penggugat biasanya beralasan tidak dinafkahi lantaran suaminya sibuk dengan perjudian dan minuman keras. Sedangkan perkara jenis lain seperti talak 69 perkara, harta bersama 6 perkara, penguasaan anak 1 perkara, isbat nikah 42 perkara, wali adol 3 perkara dan warisan 1 perkara. “Paling tinggi memang cerai gugat, dan yang mendominasi masyarakat umum. Sementara ASN hanya 2 perkara,” jelasnya.

Katanya, dalam setiap persidangan perkara perceraian majelis hakim wajib memberi ruang mediasi terhadap kedua belah pihak. Tetapi dari sekian kasus yang ditangani itu, nihil langkah mediasi berhasil menyatukan rumah tangga mereka. Menurutnya, hal tersebut lantaran penggunggat takut karena persentase untuk berubah dari pihak tergugat ini sangat kecil. “Sangat kecil persentasenya terkait jalan damai yang diajukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatnya kasus perceraian akibat faktor ekonomi tersebut harusnya menjadi perhatian banyak pihak, khusunya pemerintah daerah. Baik dengan upaya menekan preventif kasus perjudian, peredaran miras dan tindak pidana lain yang sekiranya mengancam rumah tangga masyarakat. “Yang harus ditekan terutama minuman keras, judi dan termasuk pihak ketiga ini jadi rangkaianya,” pungkasnya. (jun)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.