CPNS Dompu Masih Setia Menunggu

Dompu (Suara NTB) – CPNS dari formasi tenaga honorer kategori II (THK-II) masih setia, bertahan dengan tendanya di halaman kantor Pemda hingga Bupati memberikan penjelasan resmi keputusannya. Namun para CPNS ini telah menyiapkan langkah hukum apabila gaji bulan Oktober 2016 benar – benar ditahan.

Perwakilan CPNS THK-II Dompu, Dedi Purwanto, S.Pd kepada Suara NTB di tenda aksinya, Kamis, 29 September 2016 mengungkapkan kekhawatiran 134 CPNS THK-II apabila gaji mulai Oktober 2016 ini ditahan (tidak dibayarkan). Penahanan gaji ini akan dianggap sebagai akhir dari karir di CPNS, sehingga menimbulkan gejolak baru. “Bahkan diri pribadi saya, mungkin hari ini normal. Tapi mungkin besok (ketika ditunda gaji), susah untuk dibayangkan hal itu.,” katanya.

Bila kenyataan pahit berupa penghentian gaji mulai Oktober 2016 dilakukan, Dedi mengaku, pihaknya akan mempertanyakan legalitas SK Bupati. Itu menjadi dasar bagi pihaknya untuk mengajukan gugatan PTUN. Karena hingga saat ini, pihaknya belum menerima SK Bupati sebagai tindak lanjut dari surat BKN yang membatalkan 134 CPNS THK-II Dompu.

Selain SK pemberhentian, Dedi juga mengaku, yang akan dipersoalkan di PTUN terkait legalitas tim verifikasi dan hasil kerja tim verifikasi sehingga menghasilkan 256 memenuhi kriteria (MK) dan 134 tidak memenuhi kriteria (TMK). Karena hasil kerja tim verifikasi inilah menjadi awal persoalan terhadap CPNS THK-II. “Kita tunggu nanti penahanan gaji. Kalau hak kami (gaji) ditahan. Kita akan pertanyakan keputusan Bupati. Itu (keputusan Bupati) juga akan menjadi bahan kita mem-PTUN-kan. Kalau sekarang ini masih meraba – raba,” ungkapnya.

Dedi juga mengungkapkan, aksi dengan mendirikan tenda di halaman kantor Pemda depan pendopo Bupati dilakukan hingga Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kembali. Sesuai janjinya akan berusaha dulu dan mengklarifikasi pembatalan 134 CPNS. Yang bertahan di tenda juga merupakan perwakilan dan yang tidak hadir tetap membangun komunikasi serta dukungan termasuk dari mereka dari kelompok di luar 134. “Secara intern kami, secara data kami kuat di sini. Dukungan moril sangat kuat sekali, makanya kami berada di sini,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos pada acara syukuran di rumah dinasnya menyampaikan permohonan maafnya pada kelompok CPNS THK-II yang masih terbelit persoalan. Bahkan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin masih berada di Jakarta untuk memperjuangkan nasib THK-II. “Yakin saja, masalah ini akan kami selesaikan, walau seperti menarik benang dari dalam tepung,” kata Yuliadin di hadapan tamu undangannya. (ula)