Sampah Menumpuk di Objek Wisata Dompu

Dompu (Suara NTB) – Libur panjang lebaran Idhul Fitri 1437 H tahun 2016 dimanfaatkan beberapa kalangan untuk menarik pungutan liar (pungli) di daerah wisata. Sementara masalah kebersihan daerah wisata tidak ada jaminan, sehingga banyak menumpuk di pinggir pantai seperti di Hodo dan Lakey.

Di objek Wisata Hodo yang menyajikan mata air di pinggir pantai dimanfaatkan warga setempat untuk menarik sejumlah uang kepada pengunjung. Mereka pun mematok Rp.50 ribu setiap pengunjung yang memanfaatkan pondok berugak yang disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu.

Di Lakey Huu Dompu juga dimanfaatkan Desa dan pemuda setempat untuk menarik uang hingga Rp 25 ribu per unit sepeda motor yang melintas masuk kawasan wisata Lakey dan Rp 20 ribu per sepeda motor yang menuju objek wisata Matiti Huu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si yang dihubungi terkait hal ini mengatakan, Lebaran tahun 2016 ini pihaknya tidak menarik retribusi di kawasan wisata termasuk Lakey, Matiti dan Hodo. Pihaknya hanya menarik retribusi di daerah wisata pemandian Madaprama. “Ini berdasarkan perintah lisan Bupati karena gejolak dan masukan dari berbagai kalangan jelang Lebaran tahun lalu,” katanya.

Namun belakangan, kata Hj Sri Suzana, beberapa oknum di Desa dan warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menarik sejumlah uang dari penjung. Informasi ini akan menjadi masukan bagi pihaknya untuk menata lebih lanjut persoalan yang ada. “Ini akan menjadi masukan untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Terkait persoalan sampah, Hj Sri Suzana mengatakan, akan menjadi perhatian pihaknya. Selama ini pengelolaan sampah seperti di Lakey dilakukan oleh kelompok sadar wisata. Namun di sisi lain, pihak hotel dan pelaku wisata lainnya mengeluhkan soal tidak adanya TPA. “Selama ini selalu dijanjikan pihak Pemerintahan akan siapkan lahan, tapi sampai sekarang belum ada. Makanya sekarang kita minta untuk dikumpulkan di satu tempat. Semoga ini ada hikmahnya,” jelasnya. (ula)