Selesaikan Persoalan Bupati Dompu Ajak Masyarakat Hindari Cara Jahiliyah

Dompu (Suara NTB)

Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1437 H di Dompu berlangsung khusyuk yang dipusatkan di lapangan beringin Setda Dompu dengan imam H. Usman H. Hamid dan khatib Ustaz Muhammad Fadil Abdollah. Bupati mengajak masyarakat untuk menghindari cara – cara primitif dan jahiliyah yang mengedepankan kekerasan dan berdampak pada perkelahian antarkampung dalam menyelesakan masalah.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama keluarga dan wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH malangsungkan shalat Id di lapangan beringin Setda Dompu. Begitu juga dengan Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos bersama keluarga serta Dandim 1614/Dompu dan Kapolres Dompu.

Bupati Dompu dalam sambutannya mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinannya pada periode pertama berhasil membawa kemajuan bagi pembangunan di daerah. Kemajuan ini tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak melalui program unggulan daerah. Kabupaten Dompu yang selama ini dikesankan sebagai daerah miskin, kini memiliki PDRB tertinggi di NTB dengan daya beli nomor 2 setelah Kota Mataram dan IPM ke 3 di NTB dan kemiskinan terendah setelah Kota Bima dan Kota Mataram.

Bahkan Pemerintah Provinsi NTB menjuluki Kabupaten Dompu sebagai daerah dengan tingkat kerawanan pangan yang paling aman di NTB. Belum lagi dari sisi APBD yang saat ini sudah mencapai Rp 1,2 triliun dan pengelolaan anggaran dengan opini Wajar Tampa Pengecualian (WTP) tahun 2014 dan tahun 2015. Itu artinya, tingkat kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah di Kabupaten Dompu membaik.

Kesuksesan program jagung juga mencatatkan, Dompu berhasil memenuhi kebutuhan jagung nasional dan menekan impor hingga 5 persen. Pada tahun 2016 ini juga, pabrik gula di Doropeti Kecamatan Pekat akan memulai produksi dan mengeluarkan gula kristal Tambora Dompu. Sehingga dari program tebu ini juga, Dompu akan menekan impor gula nasional. “Dari program jagung dan tebu rakyat, berarti Dompu sudah menyumbangkan devisa bagi Negara melalui penekanan pengeluaran devisa bagi kebutuhan impor,” kata H Bambang.

Kemajuan yang dicapai Kabupaten Dompu saat ini menyisakan satu persoalan karena masih terdaftar dalam 166 Kabupaten tertinggal di Indonesia. Salah satu indikator yang menyebabkan Dompu berada dalam 166 Kabupaten tertinggal karena perilaku warganya masih ada yang menggunakan pendekatan main hakim sendiri dalam penyelesaian masalah. Bahkan masalah pribadi disikapi dengan cara – cara kekerasan yang melibatkan warga lain, sehingga memicu perkelahian antar kampung dan melakukan aksi penutupan jalan raya. “Saya mengajak kepada kita semua, para orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk mengajak masyarakat menjauhi pola pendekatan jahiliyah ini dan menggunakan pendekatan prosedural hukum formal dalam penyelesaian masalah,” ajak Bupati.

Sementara Ustaz Muhammad Fadil Abdollah dalam khutbahnya menyampaikan makna Idul Fitri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437 H. Dalam paparan juga disampaikan tentang kewajiban membayar zakat yang memiliki fungsi untuk memberikan keringanan bagi delapan bagian penerima zakat.

Sebelum shalat Idul Fitri, pada malam harinya dilakukan takbiran keliling dengan rute dari lapangan Karijawa dan finis di taman Kota Dompu. Pada takbiran keliling, pesertanya dilombakan dan Dinas PU Dompu tetap menjadi juara untuk lomba takbiran keliling untuk Dinas/Instansi. (ula)