Dompu Pecahkan Dua Rekor Dunia

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu kembali memecahkan rekor dunia yang dicatatkan pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kegiatan menari dan parade dengan peserta terbanyak. Sebanyak 26.114 peserta menari dan 27.011 peserta parade mengenakan busana saremba, katente dan sanggentu serta rimpu tembe.

Dua rekor ini dipecahkan sekaligus pada momentum launching Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 di lapangan beringin Setda Dompu, Sabtu, 1 April 2017. Karena setelah kegiatan launching dimulainya FPT oleh Bupati dan wakil Bupati beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) yang ditandai dengan pemukulan pentungan dan kareku kandei (pemukulan lesung), dilanjutkan dengan tarian massal saremba tembe oleh penari yang mengenakan busana Rimpu dan Saremba terbanyak, serta parade peserta terbanyak dengan mengenakan busana saremba, katente dan sanggentu serta rimpu tembe.

Iklan

Peserta tarian massal Katente dan Saremba Tembe mengikuti gerakan tarian massal yang berhasil memecahkan rekor dan dicatatkan di rekor Muri, Sabtu.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin usai menerima penghargaan Muri di taman Kota Dompu, Sabtu, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya. Dua rekor yang tercatat di Muri ini tidak menghabiskan anggaran Pemda, tapi justru masyarakat saling bahu membahu meskipun harus membeli sarung dan perlengkapan secara mandiri. “Hari ini kita bisa melihat, orang Dompu meskipun harus membeli sarung dan membeli perlengkapan secara mandiri. Mereka datang dengan penuh kegembiraan, penuh keikhlasan untuk mencatatkan dalam pelaku/peserta pencatatan rekor Indonesia dan dunia,” katanya.

Dikatakan H Bambang, dua rekor Muri yang dicatatkan ini sebagai kegiatan yang spontanitas. Semula pemecahan rekor Muri hanya untuk parade saremba dan katente saja. Kalau hanya berkumpul dan diam saja, sehingga dirinya membuat gerakan dan disempurnakan oleh penari dari sanggar seni dan ibu PKK.

“Kami mendesain gerakan di ruang tamu Bupati. Dan alhamdulillah, gerakannya begitu mudah diikuti, mungkin ini akan kita patenkan sebagai senam massalnya orang Dompu,” terangnya.

Perwakilan Muri, Awan Rahargo kepada wartawan mengatakan, pihaknya mencatat untuk rekor menari dengan penari terbanyak dengan busana Saremba dan Katente sebanyak 26.114 peserta. Sementara untuk parade budaya yang menggunakan busana saremba, katente, sanggentu dan rimpu sebanyak 27.011 peserta. “Bukan golden istilah kami di Muri, tapi rekor ini awalnya diklaim sebagai rekor Indonesia. Tapi bagi kami, Muri akan mengukuhkan di rekor dunia. Dan ini pertama kali diciptakan rekor dunia untuk tarian dan parade massa,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait metode penghitungan peserta oleh Muri terlebih pemberian penghargaan sebelum parade dilakukan, Awan mengatakan, pihaknya sudah menyebar tim dan menghitungnya secara manual. Sejak pagi, Muri telah menyebarkan ada 32 ribu kupon ke peserta dam didapatlah angka 26.114 dan 27.011 peserta.

Peserta tarian massal Katente dan Saremba Tembe melemparkan sarung ke udara sebagai ekspresi kegembiraan mereka.

Penyerahan piagam penghargaan Muri ini langsung dilakukan sesaat setelah Bupati melepas rombongan parade budaya menuju lapangan Karijawa yang diawali oleh pasukan Pol PP yang membawa bendera merah putih dan bendera lambang daerah serta obor Terpijar, diikuti dengan pasukan drum band MTs N 1 Dompu serta peserta parade budaya.

Piagam penghargaan untuk menari oleh penari terbanyak dengan mengenakan busana Rimpu dan Saremba terbanyak yang dicatatkan pada nomor 7866/R.MURI/IV/2017 ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Muri, Jaya Suprana tertanggal 1 April 2017 di Semarang. Sementara parade peserta terbanyak dengan mengenakan busana saremba, katente dan sanggentu serta rimpu tembe dicatat pada nomor 7867/R.MURI/IV/2017.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H Ichtiar, SH mengatakan, kebanggaannya atas dua rekor yang berhasil dicatatkan pada Muri pada momentum Festival Pesona Tambora tahun 2017. Namun dua rekor ini tidak akan tercipta tanpa ada dukungan dan kerja sama semua pihak, mulai dari Bupati hingga masyarakat umum yang turut mensukseskan kegiatan. “Saya tidak menduga peserta begitu membludak. Tapi antusias masyarakat cukup besar,” katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here