Dompu Masuk Nominasi, Dapat Program Dibiayai Bank Islam

Bupati Dompu, Kader Jaelani saat diskusi dengan Dirjen di Kementerian Pertanian, Jumat (8/10).(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu masuk nominasi yang akan mendapatkan program pengembangan kawasan pertanian terintegrasi pada lahan dataran tinggi. Program yang dibiayai bank Islam ini sebagai hibah murni dan nilainya mencapai puluhan milyar. Pengembangan jagung di wilayah Manggelewa dan Kilo menjadi pilihan lokasi pengembangan sistem pertanian terintegrasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP melalui sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP kepada Suara NTB, Selasa, 12 Oktober 2021 mengungkapkan, The Development Of Integrated Farming in Uplland Areas Project (UPLLAND) merupakan program pengembangan kawasan pertanian terintegrasi pada lahan dataran tinggi, tapi tidak merembet pada kawasan hutan dengan mengoptimalkan sumber – sumber mata air. Program ini dibiayai bank Islam dan menjadi hibah bagi daerah yang menerima program.

Iklan

“Menteri Pertanian mau bangun sinergitas pertanian dari hulu sampai hilir di wilayah NTB, dan potensi itu ada di pulau Sumbawa,” katanya.

Jagung dipilih sebagai komoditas yang akan diajukan untuk dikembangkan dalam program UPLLAND ini. Wilayah Manggelewa dan Kilo menjadi lokasi pengembanganya. Karena Manggelewa dan Kilo menjadi laboratorium dunia dan penyangga untuk komoditas jagung. “Sehingga disana akan dibangunkan model sistem pertanian terpadu terintegrasi,” jelas Syahrul.

Program ini, kata Syahrul, difokuskan pada budidaya dan penanganan pasca panen. Untuk budidaya terkait intensitas pertanaman (IP) dari sekali menjadi dua hingga tiga kali setahun dan itu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya air dan dukungan infrastruktur lainnya. Penanganan pasca panennya melalui penanganan jagung dan limbahnya. Limbahnya bisa digunakan menjadi briket untuk pembangkit listrik, pengolahan limbah menjadi pakan ternak dan lainnya. “Jagung itu, komponennya baru sebagian kecil yang kita dimanfaatkan sekitar 0,3 persen. Sementara limbahnya belum,” ungkapnya.

Syahrul mengatakan, Kabupaten Dompu sangat siap menyambut program UPLLAND ini. Apalagi lahan dan dudidaya komoditinya sudah ada. “Kuncinya, lahan kita sudah punya, budidaya kita sudah punya. Sekarang bagaimana gudang besar ada di sana,” harapnya.

Untuk memastikan Dompu memperoleh program ini, Syahrul mengatakan, Bupati bersama Bappeda, BPKAD, dan pihaknya diundang hadir mendiskusikannya oleh Kementerian Pertanian RI di The Alana Hotel dan Conference Center – Sentul City Bogor atas undangan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Jumat (8/10).

Plt Kepala Bappeda dan Litbang Kabuapten Dompu, M Syahroni, SP, MM yang dihubungi terpisah mengatakan, Kabupaten Dompu masuk dalam nominasi yang akan menerima program UPLLAND. Kendati masih nominasi, tapi peluang Dompu memperoleh program ini sangat terbuka lebar. Karenanya, pada Jumat kemarin pihaknya diundang untuk membahas secara klinis kegiatannya. “Mencermati progres itu, kemungkinan kita dapat tahun 2022 itu terbuka lebar,” katanya.

Komoditi jagung yang dipilih untuk dikembangkan dalam program ini pada wilayah kecamatan Manggelewa dan Kilo, kata Syahroni, sejalan dengan RPJMD Kabupaten Dompu tahun 2021 – 2026. Karena jagung menjadi bagian dari program Jara Pasaka dan kecamatan Manggelewa serta Kilo sebagai wilayah budidaya pertanian. (ula/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional