Dompu Masuk Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19, 31 Nakes Terkonfirmasi Positif

Maman. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 36 orang dari 58 orang yang diambil swabnya, Minggu, 13 September 2020 lalu dinyatakan positif Covid-19. Lonjakan jumlah pasien positif ini cukup mengejutkan dan pertanda lenyebaran Covid-19 di Dompu masuki gelombang kedua dengan klaster keluarga.

Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Jumat, 18 September 2020. “Yang jelas, yang harus kita hati – hati di Dompu ini, telah terjadi klaster keluarga. Ini yang bahaya. Kelihatannya virusnya sudah semakin ganas,” kata Maman.

Iklan

Prediksi para ahli, kata Maman, gelombang kedua penyebaran Covid-19 terjadi pada Agustus – September akan terjadi. “Rupanya terjadi benar gelombang kedua ini. Kalau dilihat dari orang puskesmas (31 tambahan nakes positif baru) itu. Biasanya, hasil tracing kontak, biasanya paling tinggi 5 persen yang positif. Ini lebih dari 50 persen, bencana besar. Ini yang perlu kita hati – hati,” katanya.

Banyaknya pasien positif baru yang dirilis tim Covid-19 provinsi mengindikasikan, pasien yang berobat ke Puskesmas, sakitnya sudah lama dan baru memeriksakan kesehatannya. “Orang yang datang ke puskesmas itu, sakitnya sudah lama, sekitar 14 hari sebelumnya (datang berobat),” jelasnya.

Maman mengatakan, 36 orang pasien positif baru merupakan 31 orang dari nakes di Puskesmas Dompu Kota dan 5 orang hasil penelusuran kontak dengan pasien positif sebelumnya. Mereka ini akan disatukan tempat isolasinya di RS Pratama Manggelewa dan dipisahkan dari mereka yang positif awal. “Kita satukan semua di Manggelewa, di rumah sakit pratama,” katanya.

Maman mengatakan, pihaknya sudah dianjurkan Provinsi untuk melakukan swab massal 1 berbanding 1 ribu penduduk per pekan. Penduduk di Dompu sekitar 250 ribu jiwa, itu artinya minimal 250 orang yang harus diswab per pekan. Kabupaten Dompu belum melakukan dan akan mengarah ke swab massal.

“Kita masih pake pola melihat reaktif dan kontak tracing dari pasien positif. Kalau swab massal belum. Kita akan mengarah ke situ, kalau dana memungkinkan. (Alat) CTM masih tersedia untuk lakukan swab. Kita masih ajukan terus persediaannya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 36 pasien positif baru ini diambil swabnya, Minggu, 13 September 2020 malam lalu. Swab massal terhadap nakes dilakukan karena ada 4 orang nakes positif yang dirilis, Sabtu, 12 September 2020 lalu bersama 1 orang kader posyandu Kota Baru Dompu. Kelima orang ini memiliki riwayat kontak dengan balita usia 1,5 tahun yang positif Covid-19 sebelum diisolasi di RSU Dompu.

Puskesmas Dompu Kota langsung ditutup pelayanannya pasca terkonfirmasi nakes positif Corona. “Iya, masih lama kelihatanya (ditutup puskesmas Dompu Kota),” katnya. (ula)