Dompu Masih Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

H. Bambang M. Yasin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pandemi Covid-19 menghantam ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia yang kini berada dalam resesi ekonomi akibat 2 triwulan terakhir pertumbuhan ekonominya anjlok. Posisi kabupaten Dompu sebagai daerah lumbung bangan sangat membantu, bahkan masih bisa survive dengan penurunan angka kemiskinan sekitar 0,09 persen.

Hal ini tidak lepas dari berbagai program bantuan yang diluncurkan pemerintah untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Belanja pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 yang dikeluarkan pasangan calon maupun oleh penyelenggara, ikut membantu masyarakat dan menjaga perputaran uang dalam daerah. Sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin di Dompu, Selasa, 22 Desember 2020 mengungkapkan, pandemi Covid-19 menjadi kejadian luar biasa pada 2020 dan merupakan bencana non alam. Bencana ini membunuh banyak manusia dan ekonomi di banyak negara serta daerah. Karena pandemi ini membuat pemerintah melakukan refokusing alokasi anggaran karena berkurangnya pendapatan negara dan daerah, serta diarahkan untuk menangani Corona.

 “Jadi di tahun 2020 ini, tidak ada hal yang luar biasa yang bisa kita kerjakan karena tidak tersedianya anggaran. Jadi kita harus tetap bersyukur bahwa di Dompu sampai akhir tahun ini insyaallah tidak akan ada kejadian yang luar biasa (akibat pandemi Covid-19),” kata H Bambang.

Jika pada 2019 yang dirilis BPS kemiskinan Kabupaten Dompu berada di angka 12,25 persen, untuk tahun 2020 lanjut H Bambang, tidak bisa banyak diharap. Karena pandemi Covid-19 membuat pergerakan orang dan barang menjadi sangat terbatas. Terlebih banyak negara dan daerah justru meningkat kemiskinannya akibat pandemi Covid-19. “Kita bertahan saja (dengan angka 12,25 persen), itu sudah sangat luar biasa. Apalagi disebut tadi terjadi penurunan 0,09 persen, berarti kita masih tetap survive di tengah pandemi,” kata H Bambang ketika ditanya soal data penurunan kemiskinan Dompu tahu 2020 sebesar 0,09 persen.

Pelaksanaan Pilkada yang banyak dikhawatirkan orang karena akan terjadi kisruh dan menciptakan klaster baru Covid-19, kata H Bambang, jusru berjalan aman dan lancar. Semua pihak bisa menerima hasil Pilkada dan kondisi ini harus bisa dijaga agar kedepan Bupati terpilih bisa mewujudkan apa yang dijanjikan kepada masyarakat.

Selain berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap dijaga, H Bambang pun mengingatkan kepada warga untuk tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Virus ini memiliki tingkatan dan akan sangat mematikan bila menjangkiti orang yang memiliki penyakit penyerta dan banyak berakhir pada kematian.

Saat ini, lanjut H Bambang, masyarakat mulai enggan mentaati protokol kesehatan. keengganan warga ini bisa berdampak pada peningkatan kasus positif Covid-19.  “Saya melihat banyak masyarakat masih menganggap remeh Pandemi Covid-19 ini, padahal Bupati dan Wakil Bupatinya pernah terpapar Covid-19,” ucapnya.

Dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan setelah beraktifitas, harus menjadi kebiasaan baru. Hal ini untuk kebaikan bersama, kendati vaksin sudah mulai diuji cobakan. Karena dirinya termasuk saksi sejarah karena menganggap remeh Covid-19. “Kalau ada gejala (Covid-19) segera lakukan Swab untuk mengetahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Kalau terlambat diketahui, virusnya justru lebih cepat menguasai dan proses penyembuhannya akan semakin sulit,” sarannya. (ula)