Dompu Kekurangan Guru ASN

H. Rifaid.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu kekurangan guru ASN hingga 922 orang untuk jenjang SD dan 200an orang jenang SMP. Kekurang guru ini menjadi salah satu penyebab mundurnya pendidikan di Dompu. Untuk sementara, kekurangan guru ini sebagiannya dibantu oleh keberadaan guru honorer daerah.

Plt Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H Rifaid, M.Pd kepada Suara NTB, Jumat, 26 Maret 2021 menegaskan, kondisi SDM guru di Kabupaten Dompu saat ini cukup memprihatinkan. Tidak meratanya guru di sekolah bukan semata – mata karena menumpuknya guru di sekolah tertentu dan kurangnya guru di sekolah lain. Tapi lebih kepada kekurangan jumlah guru secara keseluruhan. “Kekurangan guru ini merata di semua kecamatan, bukan hanya pada wilayah – wilayah tertentu saja,” katanya.

Iklan

H Rifaid yang baru menjabat sebagai Plt Kepala Dikpora sejak 9 Maret lalu ini berharap agar kekurangan guru ini dapat jadi atensi pemerintah pusat untuk menambah kuota guru ASN bagi Kabupaten Dompu dalam perekrutan PNS maupun P3K bagi guru.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia juga mendorong kemunduran pendidikan di daerah termasuk Kabupaten Dompu. Pendidikan melalui sistem dalam jaringan (Daring) tidak efektif. Karena selain faktor tidak meratanya jaringan internet dan kemampuan ekonomi siswa, juga karena faktor kompetensi guru yang harus terus ditingkatkan. “Sistem daring sejatinya, guru menyampaikan materi di sekolah dengan sistem daring dan siswa di rumah mengikutnya. Tapi faktanya, itu tidak banyak dilakukan. Makanya kepala Dikpora sebelumnya mendorong agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan,” katanya.

Pembelajaran tatap muka, kata H Rifaid, sejauh ini pihaknya mendorong kepala UPTD Dikpora se kabupaten Dompu untuk memilih pola pembelajaran tatap muka. Bila jumlah siswa lebih dari 20 orang per kelas, dibagi sif pagi dan siang, atau selang sehari tatap mukanya. “Ini sudah berulang kali kami ingatkan, tapi masih banyak sekolah yang belum paham,” ungkapnya.

Dikatakan H Rifaid, pembelajaran tatap muka digenjot karena pandemi Covid-19 menyebabkan kualitas pendidikan mengalami kemunduran. Tidak hanya pada siswa, tapi juga pada guru. Untuk mengembalikan kualitas pendidikan, dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk sama – sama memaksimalkan potensi yang ada dengan tetap patuh pada protokol Covid-19. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional