Dompu Hentikan Belajar Tatap Muka

Zainal Afrodi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, akhirnya menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Keputusan itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati nomor 360/38/BPBD/I/2021 tentang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Dikdas Dikpora Dompu, Zainal Afrodi, S. Pd., MM dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 26 Januari 2021 membenarkan adanya kebijakan penghentian proses pembelajaran tatap muka.

Iklan

Keputusan tersebut telah disikapi dengan menggelar rapat internal, lalu menginformasikan tiap satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD/SMP di delapan kecamatan. “Kami sudah mengirim edaran itu ke semua sekolah, termasuk satu UPT,” terangnya.

Kendati jelas dalam surat edaran tidak diperkenankan pelaksanaan KBM tatap muka, namun rupanya masih ada sekolah yang ingin kegiatan tersebut tetap berlanjut.

Terhadap masalah ini, pihaknya tidak berani merenspon. Intinya Dikpora tunduk dan patuh atas apa yang sudah menjadi keputusan pemangku kebijakan lewat surat edaran. Pun demikian semestinya bagi tiap satuan pendidikan, karena status zona menandakan daerah ini sangat rawan penularan Covid-19. “Jadi sekolah harus hentikan KBM tatap muka, karena memang sudah ada edaran dari pak Bupati,” tegasnya.

Mengingat kebijakan penghentian itu, lanjut Zainal Afrodi, maka proses pembelajaran harus dilaksanakan dalam jaringan atau daring. Bila tidak memungkinkan karena kendala sarana prasana penunjang seperti jaringan internet, kepemilikan hendpon dan sebagainya. Alternatif lain yakni guru harus berkunjung ke rumah siswa atau memberi tugas dalam buku LKS.

Cara ini diakui kurang efektif, tetapi itu menjadi alternatif terbaik di tengah situasi pandemi Covid-19. “Kalau berbicara mana yang lebih efektif daring atau tatap muka, saya pakai standar dua. Tugas guru itu mengajar dan mendidik, kalau mengajar bisa dilakukan siapa saja, tapi mendidik hanya oleh guru. Makanya lebih efektif KBM tatap muka,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufri, ST., M. Si., menegaskan, selain menerbitkan edaran penghentian sementara KBM tatap muka, Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin juga  menerbitkan surat yang sama tentang pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti misalnya resepsi pernikahan atau hajatan lain yang dapat menimbulkan kerumunan.

Dan untuk memastikan kegiatan tersebut mengedepankan protokol kesehatan, aparat gabungan TNI-Polri dan Satuan Pol PP akan terjun patroli wilayah. “Jadi mungkin nanti akan diambil tindakan tegas bagi pihak yang melanggar edaran ini,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional