Dompu Hadapi Pemotongan Dana Transfer hingga Rp17,8 Miliar

Muhammad. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – APBD Kabupaten Dompu tahun 2021 dihadapkan pada pemotongan dana transfer hingga Rp17,8 M. Pemotongan ini tidak termasuk kebijakan refokusing anggaran sesuai PMK sebelumnya untuk menyukseskan vaksinasi hingga Rp7,3 M.

Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad, ST kepada Suara NTB, Jumat, 19 Februari 2021 mengungkapkan, pemotongan dana transfer sesuai PMK terbaru ini berbeda dengan PMK sebelumnya yang mendorong Pemda melakukan refokusing anggaran untuk mensukseskan program vaksinasi. Kendati keduanya tetap berimbas pada refokusing anggaran. “Kalau sebelumnya itu hanya penggeseran anggaran untuk mendukung vaksinasi, sekarang ini Negara memotong dana transfer. Kita ndak tau apa peruntukannya, itu kebijakan negara. Kita (Dompu) dipotong Rp17,8 M,” katanya.

Iklan

Muhammad mengungkapkan, pemotongan dana tranfer ini belum dirapatkan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Penjabat Seksa selaku ketua TAPD ada tugas mendadak ke Mataram menghadiri panggilan dari Provinsi, Jumat sore sebagai Plh Bupati. “Kita belum rapatkan (soal pemotongan dana transfer). Karena Jumat sore ini, pak Bupati dipanggil ke Mataram,” ungkap Muhammad.

Pemotongan dana transfer pusat ini akan berdampak pada kebijakan refokusing. Namun kebijakan ini berbeda dengan kebijakan refokusing untuk mensukseskan program vaksinasi. Pada kebijakan refokusing untuk vaksin, daerah diminta siapkan hingga 4 persen dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil. “Untuk refokusing mendukung program vaksinasi kita hanya Rp7,3 M. Rp1 M dilakukan penggeseran anggaran di Dinas Kesehatan itu sendiri, Rp6 M nya dari kita (anggaran semua SKPD),” ungkapnya.

Namun kebijakan pemotongan dana transfer pusat Rp17,8 M ini tidak hanya pada DAU dan dana bagi hasil, tapi juga pada dana alokasi khusus (DAK). “Kita akan rapatkan dulu dengan TAPD, setelah itu disampaikan ke Dewan dan laporkan ke pusat,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, total pendapatan daerah Kabupaten Dompu untuk APBD tahun 2021 sebesar Rp1,057 triliun dan belanjanya sebesar Rp1,069 triliun. Dari total pendapatan daerah itu, sebesar Rp903, 068 M bersumber dari dana transfer. Hanya Rp104,77 M yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD). (ula)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional