Dompu Butuh Rp6 Miliar Perbaiki Penahan Gelombang Lakey

Aktivitas warga Pantai Lakey. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membutuhkan anggaran Rp6 miliar untuk memperbaiki bangunan penahan gelombang yang rusak diterjang gelombang pasang sebulan terakhir. Estimasi anggaran dalam proposal permohonan bantuan ke BNPB itu, masih menunggu rekomendasi dari Gubernur NTB.

Kalak BPBD Dompu, M Jufri, ST, M.Si, kepada Suara NTB mengungkapkan, gelombang pasang setinggi 4-5 meter di wilayah perairan Huu telah merusak sebagian besar bangunan penahan gelombang sepanjang 600 meter.

Iklan

Hasil tinjauan langsungnya bersama Disbudpar ini lantas disikapi dengan membuat proposal permohonan bantuan perbaikan ke BNPB. “Kami sudah menyiapkan proposal yang ditunjukan ke BNPB di Jakarta, tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya rekomendasi gubernur. Jadi sekarang lagi mengajukan untuk mendapat rekomendasi gubernur,” terangnya.

Jika mengacu pada rancangan perbaikan yang diharapkan mampu terealisasi pada tahun 2021 mendatang, dibutuhkan bantuan anggaran Rp6 miliar dari pemerintah pusat. Selain penahan juga dimanfaatkan untuk membangun pemecah gelombang agar hempasanya tidak begitu keras. ‘’Estimasinya itu Rp6 miliar, karena anggaran besar kalau yang berkaitan dengan kegiatan ini,’’ jelasnya.

Terpisah, Kadisbudpar Dompu, H. Khairul Insyan, M.Si, menyampaikan dampak bencana tahunan kali ini memang cukup luar biasa. Sebab kerusakan mulai ditemukan di depan muara Hotel Anton Malingi hingga Aman Gati yang jaraknya kurang lebih 600 meter.

Kondisi ini mesti segera disikapi pihak terkait agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar seperti halnya abrasi yang berimbas pada sejumlah bangunan di sekitarnya. “Kita harus cepat ambil langkah antisipasi jangan sampai ini semakin longsor,” harapnya.

Selain bangunan penahan gelombang, tak kalah penting untuk diperhatikan dalam hal penataan wisata Lakey, yakni rumah tinggi bagi para juri lomba surfing. Kondisinya yang sudah lapuk termakan usia harus segera diupayakan bangunan baru, termasuk fasilitas-fasilitas penunjang lain untuk kenyamanan wisatawan domestic maupun mancanegara. “Cuma untuk sementara, kondisi ini masih belum mengganggu aktifitas wisatawan yang ada di sana,” pungkasnya. (jun)

  Pariwisata Desa Mas-Mas Bangkit Pascagempa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here