Dobel Anggaran Sewa Ekskavator, Jaksa Temukan Indikasi Penyimpangan Penganggaran

Tomo Sitepu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB sudah mendapat gambaran besar mengenai dugaan dobel anggaran sewa ekskavator Kabupaten Bima. Semua pihak yang terkait kasus itu sudah dimintai keterangan. Selanjutnya, tim jaksa Bidang Pidsus akan menggelar ekspose.

“Dugaan kami dua pekerjaan yang dipertanggungjawabkan satu kali. Objeknya sama,” ungkap Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu menanggapi soal progres penanganan kasus tersebut.

Iklan

Menurutnya, hal itu merupakan modus yang ditemukan saat tahap penyelidikan. Dari klarifikasi sejumlah saksi munlai dari Dinas PU Kabupaten Bima, pejabat pada Setda Kabupaten Bima, dan rekanan yang mendapat tender sewa ekskavator.

“Di satu sisi di Sekretariat ada dianggarkan untuk biaya sewa. Sementara di Dinas PU swakelola. Kalau sudah dapat laporan lengkapnya, nanti akan dibahas,” kata Tomo saat ditanya mengenai indikasi perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut.

Sebanyak 15 orang saksi sudah dimintai keterangannya. Data mengenai anggaran sewa dan swakelola juga sudah dikumpulkan. Hasilnya didapati bahwa anggaran sewa ekskavator pada Setda Kabupaten Bima ditender sejak tahun 2018 sampai tahun 2020.

Anggaran setiap tendernya mencapai Rp500 juta. Pada tahun 2018, tender ini dimenangi PT SR dengan penawaran Rp497,17 juta. Perusahaan yang sama memenangi tender lagi tahun 2019 dengan penawaran Rp497,5 juta; dan tahun 2020 Rp496 juta. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional