DLHK NTB Diminta Segera Sikapi Permohonan Penutupan Hutan Ncando dan Lembo

Muttakun. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir. Muttakun meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, untuk mempercepat proses penutupan sementara kawasan hutan eks reboisasi di So Ncando dan Lembo.

Sesuai surat permohonan tertanggal 20 Juli 2020 dengan nomor 072/288/170. Desakan tersebut, selain penting untuk mengatur ulang format pengelolaan lahan, juga bertujuan menekan perusakan dan konflik sosial di tengah masyarakat, terutama antar kelompok tani awal dan pendatang baru.

Iklan

“DLHK harus segara melakukan penutupan sambil menyusun aturan main, sehingga ada norma-norma yang menjadi rujukan bagi pengelola,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Kamis, 6 Agustus 2020.

Situasi yang tengah berkembang seperti ketegangan antar kelompok tani, perluasan area perambahan yang terus terjadi serta munculnya rencana pengalihan status lahan menjadi hak milik oleh oknum tertentu, menurut dia, cukup menjadi alasan DLHK NTB untuk segera mengambil sikap, yakni menghentikan sementara pemanfaatan hutan eks reboisasi tersebut.

Selama ini pemerintah memang sudah memberi ruang masyarakat memanfaatkan lahan untuk penanaman jagung. Namun ketika tidak dikontrol dan dibina, maka potensial beralih jadi hak milik. “Maka itu pentingnya diatur dengan dilakukan penghentian sementara,” jelasnya.

Pasca pengiriman surat permohonan atas nama lembaga DPRD beberapa waktu lalu, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan DLHK NTB. Responnya hanya diacungkan jempol namun balasan resmi melalui surat belum ada. Itupun didukung keterangan pihak BKPH Toffo Pajo Soromandi (Topaso) yang mengaku belum menerima perintah penutupan.

Harapannya, permohonan tersebut harus menjadi atensi DLHK NTB untuk mengatur kembali pola pemanfaatan kawasan hutan, bahkan tidak saja di So Ncando dan Lembo melainkan semua kawasan yang sudah diduduki masyarakat.

“Ini kan dibiarkan sehingga masyarakat manja. Tidak ada pembinaan bahkan pikiran masyarakat kawasan hutan itu akan jadi hak milik, inikan repot. So Ncando dan Lembo itu yang konflik, tapi ini jadi pintu masuk untuk menata hal-hal yang sama kasusnya,” pungkas dia. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here