DKPP KSB akan Sulap Kokar Lian Jadi Kampung IB

Taliwang (Suara NTB) – Desa Kokar Lian, kecamatan Poto Tano segera mendapat julukan baru. Desa tujuan transmigrasi ini tahun depan akan dijadikan kampung Insenminasi Buatan (IB) khusus untuk ternak sapi.

Kabid Peternakan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kusmirin mengatakan, penunjukan desa Kokar Lian sebagai Kampung IB ini didasari pada tingginya jumlah populasi ternak sapi di desa tersebut. Saat ini desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumbawa itu, memiliki populasi ternak sapi sekitar 1.500 ekor. “Kalau tingkat desa, Kokar Lian yang paling tinggi populasi sapinya. Makanya kami pilih desa itu sebagai lokasi Kampung IB,” sebutnya.

Iklan

Tidak saja populasi, kondisi geografis desa Kokar Lian dinilai paling cocok untuk pengembangan ternak Sapi. Selama ini masyarakat setempat juga sudah mulai mengenal pengembangbiakan ternak sapi sistem IB yang dinilai sangat menjanjikan. “Kita juga lihat masyarakatnya. Mereka telaten dalam memelihara ternak dengan pola intensif,” kata Kusmirin.

Menurut dia, pembiakan sistem IB untuk ternak sapi saat ini tengah menjadi primadona di kalangan peternak di KSB. Karena itu DKPP berinisiatif membentuk kampung IB dengan harapan, lokasi tersebut nantinya menjadi project dan ke depan menjadi pusat pengembangan tenak sapi IB. “Ide ini sudah kita sampaikan ke provinsi dan mereka apresiasi. Jadi kita adalah kabupaten pertama yang punya ide ini,” klaimnya.

Pada tahap awal, di Kampung IB nantinya akan diterapkan sistem pelayanan cepat. Setiap permintaan IB akan oleh peternak akan dilayani dengan cepat karena seluruh peralatan di tempatkan di desa setempat. “Misalnya hari ini mereka ada permintaan, akan kita layani hari ini juga. Sebab peralatan dan petugasnya sudah siap di desa itu,” paparnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, selama ini tingginya permintaan pelayanan IB untuk ternak sapi di kalangan peternak membuat petugas lapangan kerap kewalahan. Karena itu ke depan DKPP tengah memikirkan pola pelaksanaan IB yang secara komprehensif dapat memberikan pelayanan kepada peternak. “Nanti di luar desa Kokar Lian pelayanan permintaan IB juga tetap bisa dilakukan. Karena petugas tetap akan kita arahkan untuk membantu semua peternak,” imbuh Kusimirin. (bug)