DKP Gelar Pelatihan Kewirausahaan bagi Kelompok Mapan Serakapi

Dompu (Suara NTB) – Kelompok Mandiri Pangan (Mapan) Desa Serakapi Kecamatan Woja dilatih kewirausahaan. Pelatihan ini sebagai tindak lanjut atas bantuan yang diberikan sejak didirikan tahun 2021 lalu. Anggota kelompok diharapkan bisa mengembangkan usahanya dari bantuan yang ada dan tidak menimbulkan konflik pada sesama anggota.

 

Iklan
M. Arif diapit Zubirman, Kasi Ketersediaan Pangan yang mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB (Kanan) dan Kepala Desa Serakapi, Sastromijoyo M Darsad.

Pelatihan kelompok Mapan ini dilangsungkan di 2 desa yaitu Desa Serakapi Kecamatan Woja dan Desa Woko Kecamatan Pajo, Selasa, 16 Mei 2017. Kegiatan yang didanai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu sebagai tenaga pelatih dan pelaksana di lapangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB melalui Kasi Ketersediaan Pangan, Zubirman, SP saat membuka kegiatan pelatihan di aula Kantor Desa Serakapi, Selasa kemarin mengatakan, kelompok avinitas Desa Mandiri Pangan yang dibentuk di Desa Serakapi dan telah mendapatkan beberapa bantuan diharapkan bisa mengembangkan usahanya. Pelatihan yang diberikan, bagian dari upaya dalam melatih kewirausahaan bagi kelompok Desa Mapan.

Diungkapkan, Zubirman, ada beberapa fenomena yang terjadi bahwa masyarakat Desa menjual ayamnya ke pasar dan hasilnya justru digunakan untuk membeli hal yang konsumtif. Seperti membeli sayuran yang sedianya dapat disediakan sendiri di kampung.

“Kalau sudah paham, hasil usaha bisa dimanfaatkan untuk hal yang produktif, sehingga pada akhirnya bisa mensejahterakan warga itu sendiri,” kata Zubirman.

Bantuan 20 ekor kambing bagi kelompok Mapan di Serakapi, lanjut Zubirman, tentu tidak mencukupi bagi semua anggota kelompok. Agar bisa merata, itu menjadi peran pengurus dan Kepala Desa yang mengaturnya secara teknis, sehingga semua anggota kelompok bisa menikmatinya.

“Jangan sampai, bantuan yang terbatas ini menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat karena sebagian tidak mendapatkan bantuan. Di sinilah peran termasuk Kepala Desa untuk ikut mengaturnya sehingga bisa diterima semua anggota,” terangnya.

Bantuan yang diterima kelompok avinitas mandiri pangan Kamboja Desa Serakapi berupa bantuan 20 ekor kambing, bantuan alat penggilingan tepung, kopi, dan kelapa. Serta bantuan uang tunai sebesar Rp 65 juta yang dibagikan kepada 4 kelompok hasil pengembangan kelompok avinitas Kamboja.

Dengan demikian, masing – masing kelompok mendapatkan bantuan Rp 17 juta dan diperuntukan bagi program simpan pinjam, serta kegiatan usaha bakulan.

Kepala Desa Serakapi, Sastromijoyo M Darsad pada kesempatan yang sama, mengatakan, pada tahun 2012 lalu ada 4 kelompok Mapan yang dibentuk sejak 2012 lalu. Pada tahun lalu, kelompok mapan ini mendapat bantuak 20 ekor kambing, dan bantuan lainnya.

“Kita sangat bersyukur kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan kepada kelompok mapan di Desa Serakapi,” katanya.

Diakui Sastromijoyo, dengan program penanaman jagung yang dilaksanakan di Dompu telah menjadikan warga Desa Serakapi semakin sejahtera dengan penghasilan dan daya beli yang tinggi. Kendati demikian, pelatihan ini menjadi tamabahan pengetahuan bagi warga dalam pengembangan wirausahaan untuk lebih sejahtera kedepan.

“Beberapa bantuan diterima kelompok  mapan di Desa Serakapi. Kita juga berterimakasih sudah diadakan pelatihan untuk memberikan pengetahuan soal kewirausahaan,” ungkap Kepala Desa Serakapi.

Ir. M. Arif, pemateri pelatihan kewirausahaan di Desa Serakapi menyampaikan materi tentang merintis usaha dan model pengembangan dan manajemen kewirausahaan dan resiko, serta tentang menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kiat memberdayakan peluang bisnis bagi anggota kelompok.

“Bantuan yang sudah diterima selama ini agar bisa dikembangkan oleh kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan bagi anggota kelompok. Untuk mengembangkan usaha dibutuhkan inovasi dengan melihat peluang pasar dan manajemen usaha,” katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here