Diwisuda, 224 Mahasiswa Akpar Mataram Dapat Sertifikat Kompetensi

Mataram (Suara NTB) – Hari ini, Akademi Pariwisata (Akpar) Mataram melaksanakan Wisuda ke-XVIII di Hotel Grand Legi Mataram. Sebanyak 224 mahasiswa Akpar Mataram diwisuda. Tidak hanya meraih ijazah, para wisudawan/wisudawati juga mengantongi sertifikat kompetensi.

Direktur Akpar Mataram, Drs. I Putu Gede, M.Par., ditemui di ruangannya, Jumat, 19 Agustus 2016, menyampaikan, jumlah lulusan Akpar dari tahun ke tahun terus meningkat. “Berbeda di tahun ini, lulusan juga memiliki kompetensi,” katanya.

Iklan

Dirincikan, sebanyak 224 mahasiswa yang  diwisuda itu terdiri dari program studi DIII Perhotelan, sebanyak 156 orang. Dari DIII Usaha Perjalanan Wisata sebanyak 28 orang. Dan, dari DI Pusdiklatpar Tyatama Mataram sebanyak 40 orang, dengan dua konsentrasi, yaitu boga dan food service.

Pada gelaran wisuda kali ini, ada hal yang berbeda. Karena lulusan juga akan dibekali dengan sertifikat kompetensi. “Mereka lulus dengan ijazah ahli madya, dan dibekali dengan sertifikat kompetensi,” kata Putu Gede.

Hal ini penting, karena kompetensi menjadi keharusan. Terutama bagi pendidikan vokasi di sektor pariwisata. apalagi sektor pariwisata yang paling siap berkompetisi pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita berusaha memberikan yang terbaik bagi lulusan, terutama agar mereka bersaing di tingkat ASEAN ini,” tandasnya.

Sementara untuk persiapan wisuda sudah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu. Putu Gede menyampaikan persiapan seperti koor, dan alat kelengkapan lainnya sangat siap.

Ketua Panita Wisuda Ke-XVIII Akpar Mataram, Primus Gadu, S.Pd., M.Hum., mengatakan, tema yang diangkat pada wisuda kali ini adalah Akpar Mataram menuju smart and digital campus. Tema ini diangkat sesuai dengan kondisi kekinian. Ditambah  pula dengan tagline Akpar Mataram; Akpar Pasti Bisa.

Pihaknya memastikan pelaksanaan wisuda berjalan dengan lancar. “Semua seksi sudah bekerja dengan baik. Kegiatan ini sudah dipastikan berjalan dengan baik,” ujar Primus.

  Kesal Diejek, Seorang Pemuda Diduga Perkosa dan Bunuh Anak di Bawah Umur

Jalin Kerja Sama

Dalam menunjang peningkatan kualitas lulusan, Akpar Mataram membangun sejumlah kerja sama ke banyak pihak. Putu Gede menjelaskan, kerja sama itu dilaksanakan di dalam negeri dan luar negeri.

Di dalam negeri, ada sebanyak 68 kerja sama atau MoU. Dalam bentuk seminar, dan On Job Training (OJT), serta kerja sama lainnya. Sedangkan kerja sama luar negeri, sebanyak 13 kerjasama. Dalam bentuk Pertukaran Pelajar (Culture and Language Exchange Program), Sit in Class Program, dan Internship Program. “Kita juga ada kerja sama penempatan kerja dengan JIPA  (Japan Indonesian program academic),” katanya.

Akpar Mataram juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra. Antara lain, dengan 13 usaha jasa perjalanan wisata. Juga dengan 27 hotel/restoran. Kerja sama itu juga dilakukan dengan mengirim dosen ke industri pariwisata. Agar dosen dapat mengetahui manajemen di sana.

Sedangkan kerja sama dengan pihak instansi juga dilakukan. Terdata sebanyak 41 instansi yang diajak bekerja sama. Antara lain dengan Dinas Pariwisata Lombok Tengah (Loteng), dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kerja sama juga dijalin dengan sejumlah Perguruan Tinggi (PT). Baik PT sejenis, maupun PT pada umumnya. Meliputi daerah PT yang ada di Lombok dan Bali.

Penguatan Kurikulum

Dari sisi pendidikan, Putu Gede, menyampaikan,  Akpar Mataram menerapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT). Dengan fokus pada penerapan kurikulum berbasis kompetensi. “Ada keseragaman, dengan menggunakan Kurikulum ASEAN,” katanya.

Dalam penerapan kurikulum tersebut, dibutuhkan berbagai macam starategi atau model pembelajaran. Ada inovasi pembelajaran dalam menyampaikan materi.

Pada bidang penelitian, Akpar Mataram terlibat dalam berbagai penelitian yang disiapkan oleh Dikti. Begitu juga dalam bidang pengabdian masyarakat. Saat ini, pengabdian masyarakat akan diarahan untuk mendukung 10 destinasi prioritas. “Karena di NTB ini ada destinasi prioritas unggulannya, seperti di kawasan KEK Mandalika,” ujar Putu Gede.

  Pemprov NTB Kencangkan Ikat Pinggang Demi Bayar Gaji Guru

Sehingga, nantinya pengabdian dari dosen dan mahasiswa akan diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian destinasi prioritas itu. Terutama dalam mendukung target kunjungan wisatawan. Putu Gede menyampaikan, pada tahun 2019 pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara. Dan 250 juta orang untuk wisatawan nusantara. (ron/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here