Dividen Bank NTB Syariah Dijadikan Penambahan Modal Pemda Dompu

Kader Jaelani. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu mulai menambah modal pada PT Bank NTB Syariah untuk memenuhi standar minimal modal awal bank. Deviden PT Bank NTB Syariah yang menjadi hak Pemkab Dompu sebagai pemilik modal sebesar Rp6,169 M langsung dijadikan sebagai penyertaan modal Pemda Dompu pada bank milik Pemda se NTB.

Hal itu disampaikan Bupati Dompu, Kader Jaelani saat menyampaikan nota keuangan rancangan APBD Perubahan tahun 2021 di gedung DPRD Dompu, Senin, 20 September 2021. “Deviden sebesar Rp6,169 M dari Bank NTB Syariah berdasarkan hasil RUPS beberapa waktu yang lalu menjadi laba yang ditahan dan sebagai penyertaan modal,” kata Bupati Dompu, Kader Jaelani.

Iklan

Penyetoran deviden dari hasil penyertaan modal Pemkab Dompu pada PT Bank NTB Syariah ini sejatinya menjadi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Dompu. Tapi karena tuntutan penyelamatan PT Bank NTB Syariah dari minimal modal awal sebagai perbankan, sehingga keuntungan pada tahun buku 2020 langsung dijadikan sebagai penyertaan modal bagi pemilik modal. “Penurunan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisah semula sebesar Rp8,806 M turun menjadi Rp1,411 M,” jelasnya.

Penyetoran kembali deviden kepada PT Bank NTB Syariah ini menjadi komitmen Bupati dan wakil Bupati Dompu, Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT untuk menyelamatkan bank milik daerah dari syarat minimal modal inti bank seperti yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI minimal Rp3 triliun hingga tahun 2022. Jika tidak mencapai modal inti bank, bank tersebut bakal turun kelas menjadi sekelas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan tidak bisa beroperasi di luar daerah. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional