Diusulkan Jadi BLUD, SMKN 5 Mataram Bisa jadi Pusat Industri Kriya NTB

Istiqlal menujukkan keramik, salah satu hasil industri kriya yang dikembangkan di SMK Negeri 5 Mataram. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Mataram menjadi salah satu dari lima SMK di NTB yang akan dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Fasilitas dan SDM telah sangat siap. “Tinggal menunggu SK dari Pak Gubernur,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Mataram, Istiqlal, S.Pd.,M. Pd di Mataram, Selasa, 13 Oktober 2020.

Istiqlal mengatakan, akan menggarap lebih massif industri kriya di SMK yang dipimpinnya ini. Dengan menjadi BLUD nantinya, sekolah bisa menggarap lebih luas industri-industri potensial yang bisa dikembangkan. Termasuk rencananya menjadi pelaku industri di bidang perbengkelan (otomotif). BLUD merupakan bagian dari perangkat pemerintah daerah,  pola pengelolaan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.

Iklan

Sebuah satuan kerja atau unit kerja dapat ditingkatkan statusnya sebagai BLUD.  Contoh dari SKPD dengan status BLUD adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Nantinya kita bisa memberikan PAD juga kepada daerah,” jelas Istiqlal. Saat ini  SMKN 5 Mataram sudah menjadi rujukan sekolah yang gencar mengembangkan kriya, salah satu didalamnya adalah industri batik Sasak, Sawama dan Mbojo (Sasambo). Batik yang mewakili tiga suku besar di NTB ini akan dikembangkan menjadi tenun Sasambo. Persiapan menjadi BLUD diantaranya, lima mesin produksi tenun berupa Alat Tenun Bukan Mesin (STM) sudah ditambah.

Sedang dalam pemesanan adalah peralatan desain komunikasi visual untuk menunjang desain periklanan. Misalnya untuk pembuatan baliho, kaos, kata Istiqlal. Fasilitas produksi juga sudah tersedia. Yaitu bengkel produksi untuk membatik yang cukup luas. “Untuk bengkel otomotif, kita juga sedang persiapkan. Paling minim kegiatannya adalah penggantian oli kendaraan,” ujarnya.

Sebagai BLUD, nantinya sah-sah saja SMKN 5 Mataram akan merambah usaha-usaha terkait turunan kriya. Untuk persiapan SDM, kata Istiqlal, sebagai sekolah kejuruan, SMK 5 Mataram memiliki siswa-siswi yang dipersiapkan terampil untuk berproduksi. “Setelah menjadi BLUD nanti, lulusan-lulusan kita bisa langsung bekerja di sini. Sekarang saja, untuk produksi batik, dari hasil penjualan siswa sudah bisa menerima honor Rp2 juta sebulan. Apalagi telah menjadi BLUD nantinya, ndak perlu lagi mencari pekerja sebagai kasir atau pelayan toko,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap, SK sebagai BLUD bisa secepatnya turun. Beberapa jenis usaha telah dipetakan. Pasarnya juga demikian, dipetakan pasar produksi di dalam, hingga luar negeri melalui jaringan-jaringannya. (bul)