Diundang Rakerda, Husni Djibril Optimis Didukung PDIP

Bupati Sumbawa, H. Husni Djibril bertemu dengan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat di arena Musda. Pertemuan kedua tokoh senior PDIP NTB itu menarik perhatian banyak pihak, lantaran hubungannya sempat renggang setelah Husni tak dicalonkan lagi di Sumbawa oleh PDIP. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kehadiran Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril di arena Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP NTB, Sabtu, 7 Maret 2020 di Mataram, cukup menarik perhatian banyak pihak.

Pasalnya di Rakerda itu Husni untuk pertama kalinya terlihat bertemu secara langsung dengan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, semenjak PDIP NTB resmi tak kembali mencalonkan Husni di Pilkada Sumbawa 2020.

Iklan

Pertemuan Husni dengan Rachmat Hidayat beserta jajaran pengurus dan kader PDIP NTB itu memunculkan beragam penafsiran politik. Terutama terkait arah dukungan PDIP di Pilkada Sumbawa. Apakah kehadiran Husni di acara Rakerda tersebut sebagai sinyal bahwa PDIP akan berbalik arah mendukung Husni setelah PKS menarik diri dari koalisi dengan PDIP di Pilkada Sumbawa 2020.

Husni Djibril yang dikonfirmasi Suara NTB terkait hal itu tidak menampik bahwa kehadirannya di arena Rakerda DPD PDIP NTB itu menunjukkan optimismenya bahwa ia sebagai kader akan didukung penuh oleh partainya untuk maju lagi di Pilkada Sumbawa.

“Insya Allah, tapi tunggu hari baik ya, nanti akan saya paparkan semuanya tentang Pilkada Sumbawa ya. Kalau bukan saya siapa lagi? Itu saja sementara (jawaban saya), nanti setelah ok semua, baru saya beritahu semuanya,” ujar Husni kepada Suara NTB, via WhatsApp, Minggu, 8 Maret 2020.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP NTB, Lalu Budi Suryata yang dikonfirmasi mengakui bahwa kehadiran Husni Djibril di arena Musda atas undangan dari DPD PDIP NTB. Karena bagaimapun ia masih tercatat sebagai kader partai yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sumbawa.

“Haji Husni kami undang sebagai kepala daerah dan beliau juga adalah fungsionaris DPD PDIP Provinsi NTB, dan alhamdulillah, Rakerda berjalan dengan aman, damai dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.

Namun demikian ia menegaskan bahwa kehadiran Husni di Rakerda tersebut tidak ada kaitannya dengan Pilkada serentak 2020, khusus di Sumbawa. Pasalnya dalam kegiatan Rakerda tersebut tidak ada diagendakan untuk membicarakan masalah Pilkada. Melainkan Rakerda menjadi sarana konsolidasi partai menuju partai yang solid dengan kader-kader partai yang loyal dan punya daya juang.

“Karena 80 persen agenda rakerda berisi pendidikan kader,” ujarnya.

“Perlu saya luruskan bahwa Rakerda bukan ranahnya untuk memutuskan Pilkada. Apalagi berbicara tentang SK. Terkait pilkada, finalisasi keputusan ada di tangan DPP. Rakerda bicara tentang pendidikan politik bagi kader partai yang ada di tiga pilar partai, yaitu, struktur partai, eksekutif dan legislatif. Sehingga bagaimana tiga pilar partai ini bisa bersinergi dalam rangka menjadikan partai lebih solid dengan kader partai yang disiplin, lebih loyal berjuang membesarkan partai,” sambungnya.

Wakil Ketua DPD PDIP NTB, Ruslan Turmudzi menambahkan terkait kehadiran Husni di Rakerda tersebut, tidak ada hubungannya Pilkada. Pasalnya dalam Rakerda tersebut tidak ada agenda yang membahas terkait persiapan menghadapi Pilkada.

“Ya beliau hadir tadi, tapi disini kita tidak bicara soal Pilkada. Rakerda ini hanya membahas terkait dengan program kerja partai, tindaklanjut dari hasil Rakernas. Semua materinya terkait program kerja,” ujar Ruslan saat ditemui Suara NTB di sela-sela Rakerda berlangsung.

Selain itu diakui Ruslan dalam Rakerda tersebut juga ditekankan terkait perilaku kader. PDIP sebagai partai nasionalis menekankan kepada kadernya untuk mempedomani nilai-nilai Pancasila dalam tindakan dan perilakunya.

“Termasuk kita-kita (fraksi) ini diingatkan dan kader yang lain supaya taat dan patuh kepada keputusan partai. Jangan berperilaku yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan tugas kepartaian,” tegasnya.

Rakerda tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP, dinataranya Sekjen, Hasto Kristiyanto, kemudian kader PDIP yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. Mereka ditunjuk sebagai pemateri dalam beberapa sesi dalam Rakerda tersebut.

Pada intinya mereka menekankan untuk meningkatkan soliditas, solidaritas dan kegotongroyongan partai, harus memiliki disiplin tinggi, loyalitas yang tinggi terhadap partai. (ndi)